
Jakarta, businessnews.id — Kemacetan lalu lintas yang kini sering terjadi di Pondok Indah, Jakarta Selatan, bakal berkurang ke depan. Sebab, di kawasan sekeliling Pondok Indah, akan ada peningkatan infrastruktur jalan raya.
“Sekarang ini, sebenarnya yang lebih banyak melintas di Pondok Indah kan orang luar. Dan dengan penambahan infrastruktur seperti penyelesaian JORR (Jakarta Outer Ring Road), lalu lalang mereka di Pondok Indah menurun,” kata Vice President Metropolitan Kentjana, Jeffri S. Tanudjaja, di Jakarta kemarin sore (19/6/2014).
Jeffri, dalam wawancara dengan Majalah BusinessNews Indonesia, menjelaskan bahwa di Jalan Kartini, yang terletak tidak jauh dari Pondok Indah, akan dibangun underpass oleh Pemerintah Propinsi DKI Jakarta.
Di sisi underpass itu, juga akan ada jalan naik, yang memungkinkan mobil langsung masuk jalan tol. “Dari informasi yang saya dapat, underpass itu akan mulai dibangun tahun 2015. Sebenarnya, dimulai di 2014, tapi ditunda karena menghindari bersamaan dengan pembangunan jalur kereta MRT di Lebak Bulus,” kata Jeffri.
Jalan Ciputat Raya di sekitar Gedung Federal Express pun akan dilebarkan. Hal itu tentu berperan mengurangi kemacetan di Pondok Indah. “Kalau sekarang ini, di Pondok Indah dan sekitarnya, yang berukuran lebar kan hanya Jalan Metro Pondok Indah,” dia berkata.
Bagaimana kira-kira pengaruh semua hal itu ke harga kavling di Pondok Indah? “Sudah tentu akan ada pengaruh positif,” jawab dia.
Sekarang, harga rata-rata kavling di Pondok Indah di Rp 40 juta sampai Rp 50 juta per m2. “Sedangkan kalau di Bukit golf, itu bisa mencapai Rp 80 juta per m2.”
Jeffri mengimbuhkan, untuk pemasaran unit apartemen Pondok Indah Residences, pihaknya memasang harga rata-rata di Rp 43 juta per m2. “Kalau untuk unit apartemen The Windsor di Puri Indah, harga yang kami pasang masih sekitar Rp 33 juta per m2.”
Saat ini, tingkat penjualan di dua menara Pondok Indah Residences, sudah mencapai 85%. Akhir tahun 2014, ditargetkan angka itu sudah nyaris mencapai 100%. Mayoritas pembeli di dua menara itu adalah pengguna akhir, bukan tipe investor.
Untuk menara ketiga di Pondok Indah Residences, Metropolitan Kentjana masih memikirkan model operasional. Dalam hal ini, nantinya bisa saja seluruh unit di menara ketiga berupa apartemen sewa, bukan strata tittle. “Tapi kemungkinan lain pun terbuka,” kata dia. (Achmad Adhito)
Editor: Achmad Adhito