Jakarta TopBusiness – Penghematan devisa terwujud dari impor solar, pasca-kebijakan pencampuran Bahan Bakar Nabati (BBN) yang berupa biodiesel sebesar 20% (B20) ke dalam Bahan Bakar Minyak (BBM).
Dalam laman Setkab, yang terpantau hari ini, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, menyebut bahwa dalam kurun waktu empat bulan, kebijakan masif untuk berbagai sektor tersebut mampu menghemat sebesar USD 937,84 juta.
Penerapan kebijakan B20, merupakan keseriusan pemerintah dalam memperhatikan masalah ketahanan energi nasional, yang juga menjadi masalah ke depan, terutama, mengurangi dominasi penggunaan bahan bakar fosil.
Penulis : Agus H
