Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diprediksi bakal berkubang di zona merah. Meskipun di sesi pembukaan sempat bertengger positif.
Kondisi rupiah yang sangat mungkin berada di teritori negatif karena dipicu oleh data ekonomi AS yang positif membuat USD bisa melambung.
Mengutip pembukaan rupiah di Bloomberg, mata uang NKRI itu sebetulnya mengawali di posisi menghijau di level 14.155 atau menguat 15 poin dari penutupan kemarin di 14.170. Namun trennya terus kembali melemah. Di satu jam pertama ke posisi 14.168.
Menurut analis pasar uang dari Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail kondisi dollar sendiri terus menguat terhadap mata uang utama dunia terutama Euro.
“Hal ini terjadi pasca keputusan bank sentral Uni Eropa atau European Central Bank (ECB) yang menahan tingkat suku bunga di level 0% dan memprediksi bahwa ekonomi Uni Eropa akan mengalami perlambatan dalam waktu dekat,” tandas dia di Jakarta, Jumat (25/1/2019).
Dengan begitu dia memproyeksi Dollar index akan menguat ke level 96.60-97.0. “Penguatan Dollar terhadap euro merupakan yang tertinggi dalam lima minggu terakhir,” ulas dia.
Sementara itu, Mikail melanjutkan, pasar tenaga kerja di AS masih cukup kuat. Tercatat adanya data jobless claim di AS minggu kedua Januari ini mengalami penurunan sebesar 13.000 orang menjadi 199 ribu orang dan merupakan yang terendah sejak tahun 1969 silam.
“Dengan sentimen positif dari data pasar tenaga kerja AS itu turut membantu penguatan pasar saham AS. Tercatat S&P 500 pun naik 0,14% tadi malam,” jelas Mikail.
Dengan situasi pasar global yang seperti itu, kata dia, rupiah sendiri diperkirakan akan ikut melemah didorong naiknya dollar index tersebut.
“Rupiah kemungkinan akan melemah ke level Rp14.150/USD-Rp 14.200/USD,” pungkas dia.
Penulis: Tomy
