TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

LPCK Dirasa Punya Andil Besar Sediakan Rumah Murah Buat MBR

Agus Haryanto
6 February 2019 | 11:00
rubrik: Capital Market
LPCK Dirasa Punya Andil Besar Sediakan Rumah Murah Buat MBR

foto : istimewa

Jakarta, TopBusiness – Keterlibatan anak usaha Lippo Group melalui PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) dalam pembangunan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dinilai membantu dalam program sejuta rumah yang digagas pemerintah.
Menurut pengamat properti, F Rach Suherman, peran Lippo Cikarang dalam pembangunan rumah murah sangat bermanfaat bagi masyarakat. “Selama ini banyak pengembang tak tertarik, karena margin di bisnis ini kecil,” kata dia di Jakarta, Selasa (5/02/2019).
Menurutnya, Lippo sebagai perusahaan properti dinilai tetap kuat dalam pengembangan bisnisnya, meksi digoyang dari kasus Meikarta. Apalagi, Lippo adalah pioner dalam memperoleh dana murah dalam pengembangan bisnis propetinya melalui REIT. Sehingga leluasa melakukan ekspansi.
Masalahnya, tekanan publik saat ini perlu dikelola dengan komunikasi pemasaran yang tidak biasa. “Mereka sedang mengalami musim gugur tetapi ada musim lain yang akan mampu dilalui,” ujar Suherman.
Pengalaman Lippo dalam pengembangan kota mandiri, lanjut dia, sudah tidak bisa diragukan lagi. Oleh karena itu, pembangunan kota mandiri tidak bisa mundur.
Kota mandiri adalah konsekuensi dari kemajuan kota-kota besar Indonesia yang harus didorong. Tetapi seyogyanya tak korbankan lahan produktif. Caranya, pemerintah mendorong perijinan yang berpihak kepada pembangunan vertikal melalui KLB yang besar (10-17), KDB yang terukur (40-50%) dan parameter yang lebih progresif untuk optimalisasi lahan.
Tahun ini, lanjut Suherman, bisnis properti akan rebound pasca pilpres April 2019. Namun demikian, tidak akan panjang. Di 2021 cenderung mengalami tekanan lagi karena banyak faktor mulai dari suku bunga hingga deregulasi perijinan yang mandeg.
Selain itu, hingga 2021 nanti akan ditandai dengan jenis-jenis properti yang uptrend (lowrise apartment, permintaan 3-4 kamar, logistic park/gudang mini dan co-working space/virtual office diluar CBD), dan downtrend (townhouse di Jabodetabek, kondotel, office grade C).
Selanjutnya, kata dia, kaum milenial belum akan menikmati insentif pasar, sehingga masih akan jadi penonton lagi. Daya beli yang masih rendah dan prioritas belanja yang belum ingin beli rumah, tidak akan  membuat developer menyasar secara spesifik pangsa ini.
Karena itu, dirinya optimistis pasar properti masih tumbuh tetapi tidak impresif atau pertumbuhannya melandai seperti masa tahun 2010-2013 lalu.
Penulis : Tomy
BACA JUGA:   IHSG Kembali ke Tren Bullish, Pantau Saham Ini Jelang Weekend
Previous Post

Ekspansi Armada Topang Pendapatan Emiten PSSI Tumbuh Dua Digit

Next Post

Anak Usaha MCAS Rilis Aplikasi Transportasi Gowes

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR