TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pariwisata di Empat ‘Bali Baru’ Siap Digenjot

Nurdian Akhmad
13 February 2019 | 15:17
rubrik: Ekonomi
Januari, Malaysia dan Timor Leste Terbanyak Pasok Turis

Candi Borobudur/Istimewa

Jakarta, TopBusiness –  Pemerintah akan mempercepat pengembangan sektor pariwisata di empat kawasan yang masuk 10 destinasi Bali Baru. Empat kawasan wisata adalah Danau Toba, Borobodur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Untuk itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) hari ini memanggil sejumlah menteri kabinet kerja ke kantornya di Jakarta. Menteri yang hadir yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Hadir pula Menteri Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, dalam rapat yang dipimpin Wapres JK tersebut dirinya diminta untuk lebih fokus terhadap 10 destinasi Bali Baru yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Namun, dari 10 destinasi wisata tersebut pemerintah memfokuskan empat prioritas yang dianggap memberikan dampak besar untuk mendatangkan devisa negara. Dari empat kawasan tersebut Danau Toba tidak terlalu banyak disorot karena dianggap tidak banyak isu yang terlalu kritis di sana.

Namun, untuk kawasan Borobudur masih ditemukan permasalahan, yakni kapasitas Bandar Udara Internasional Adisujipto, Yogyakarta yang dinilai masih minim. Minimnya jumlah wisatawan mancanegara tersebut, membuat pemerintah harus mengebut pengerjaan Bandara Kulon Progo.

(nrd)

BACA JUGA:   Pariwisata Sumbang APBN 2014 Rp347 Triliun
Tags: bali baruPariwisata
Previous Post

Skema KPBU Perlu Simak Kepentingan Swasta

Next Post

DBS Gaet Penghargaan Best Cash Management

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR