TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Data Inflasi AS Bikin Rupiah Kembali Melemah

Busthomi
14 February 2019 | 10:01
rubrik: Business Info
Volatilitas Rupiah Bikin Pemerintah Susah Patok Nilai Tukar di RAPBN 2019

ilustrasi: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini akan berpotensi ditransaksikan di teritori negatif. Hal ini kemungkinan bakal dipicu oleh data inflasi AS yang dirilis semalam.

Berdasarkan data Bloomberg di pasar spot pagi ini, mata uang NKRI itu dibuka di tangga 14.070 atau melemah 11 poin dari penutupan kemarin di posisi 14.059. Usai dibuka, rupiah masih melemah ke level 14.085 atau anjlok 0,18%.

Menurut analis pasar uang dari Monex Investindo Futures, Faisyal pada perdagangan hari ini rupiah akan ditransaksikan di zona merah. Kondisi ini dipicu laporan data inflasi AS. “Data inflasi AS tersebut bisa jadi akan membebani rupiah,” jelas dia di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Dari Indeks Harga Konsumen (IHK/CPI), laju inflasi AS memang tetap tidak berubah alias datar dari bulan sebelumnya. IHK tercatat naik 1,6% untuk 12 bulan yang berakhir Januari, namun kenaikan tersebut ternyata yang terkecil sejak periode yang berakhir Juni 2017. Kondisi itu karena dipicu penurunan harga BBM yang mengikis kenaikan biaya makanan dan sewa.

Ditengaok dari sisi teknikal, kata dia, laju rupiah bergerak di bawah garis MA 50,100 dan 200. Kemudian indikator MACD di level 2,4, RSI masuk di area 55,58 dan stochastic di area 46,37. “Semua indikator ini menunjukkan potensi penguatan, namun bisa kembali turun karena hasil inflasi AS,” ujarnya.

Pada pedagangan sebelumnya, rupiah menguat karena dipicu faktor eksternal. Seperti, anggaran pembangunan tembok perbatasan AS dan Meksiko yang belum disepakati kongres, hal itu membuat tertekannya USD.

Selanjutnya, kata dia, perkembangan perang dagang yang dinilai akan berakhir positif jadi sentimen positif untuk penguatan rupiah.

BACA JUGA:   SKK Migas Mampu Jaga Target

Lebih jauh Faisyal menegaskan, dengan kondisi seperti itu, rupiah diproyeksi akan berada di rentang Rp 14.100 sampai Rp 14.120 per USD. “Sedang dalam sepekan, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 13.950 sampai Rp 14.200 per USD,” pungkasnya.

Penulis: Tomy

Tags: dolar ASrupiah
Previous Post

Aksi Beli Selektif, IHSG Terdongkrak

Next Post

Untuk Apa DIVA Ambil 7,58% Saham DI?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR