TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Imbal Hasil Global Meninggi Bisa Picu Pasar Obligasi Nasional

Busthomi
19 February 2019 | 16:54
rubrik: Capital Market
SBN sebagai Instrumen Utang Pemerintah*

Ilustrasi: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pasar obligasi di tahun ini masih akan dipengaruhi suku bunga global yang akan meninggi. Hal ini menyebabkan imbal hasil (yield) dari obligasi juga bisa terkerek naik.

Dengan kondisi seperti itu, diproyeksi pasar obligasi di 2019 akan berjalan stagnan dengan mencari dana dari pasar modal. Meskipun banyak perusahaan juga membutuhkan dana untuk refinancing utang-utangnya yang jatuh tempo di tahun ini.

“Untuk fund rising (pencarian dana) dari pasar modal sendiri untuk saham susah diprediksi. Tapi dari sisi obligasi korporasi tahun ini akan stabil karena yield masih akan terjaga,” ujar ekonom Pefindo, Fikri C Permana, di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Menurut dia, yeild obligasi tahun ini akan dipicu oleh kenaikan yeild global akibat kenaikan suku bunga The Fed.

“Kami beranggapan masih akan ada dua kali kenaikan (the Fed fund rate( antara 0-2 persen. Dampaknya, yield AS akan naik, yield Bank Sentral Eropa juga naik, sehingga tak ada lagi easy money. Maka yield di kita pun akan naik,” terang dia.

Fikri memprediksi, sampai akhir tahun 2019 ini asumsi kenaikan The Fed fund rate dan suku hunga BI akan naik dua kali.

“Sehingga secara langsung bisa membuat kenaikan yield SUN, apalagi kurs rupiah juga masih tibggi di Rp 14.000-Rp15.000-an,” ujarnya.

Dia pun memproyeksi untuk nilai obligasi korporasi, termasuk MTN yang akan diterbitkan tahun di kisaran Rp135,2 triliun.

“Apalagi memang di obligais ini ada kebutuhan untuk refinancing mencapai Rp110 triliun untuk utang jatuh tempo,” kata dia.

Meski proyeksi penerbitan obligasi masi terjaga, namun lanjut dia, para obligor itu tak akan menerbitkan di semester I-2019, kemungkinan di semester II-2019 baru akan banyak diterbitkan. Karena masih terkaut tahun politik.

BACA JUGA:   2 Saham Telko Pas Dibeli Hari Ini

“Dari sisi politik pasti pengaruh. Karena dunia usaha juga masih wait and see. Makanya triwulan I mungkin melambat, di kuartal II baru akan mulai. Dan di kuartal III dan kuartal IV. Apalagi kalau likuiditas terjaga juga akan naik,” terangnya.

Penulis: Tomy

Tags: imbal hasilobligasi
Previous Post

Profit Taking, IHSG di Posisi Negatif

Next Post

Pefindo Gaet Mandat Rating Surat Utang Rp 28 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR