Jakarta, TopBusiness – Rencana pembentukan holding BUMN sektor Jasa Keuangan dianggap sangat penting bagi PT Danareksa (Persero). Pasalnya, kebijakan ini bakal menentukan rating perseroan ke depannnya.
Menurut PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Danan Dito, pada periode 5 Oktober 2018-1 Oktober 2019, peringkat Danareksa berada di level idA untuk perusahaan dan Obligasi berkelanjutan I Tahap II-2014 dengan prospek stabil.
Namun begitu, peringkat Danareksa bisa dinaikkan jika rencana Holding BUMN tersebut terealisasi dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah. Hal itu membuat profil kredit perseroan akan lebih kuat dibandingkan dengan anak perusahaan Danareksa saat ini.
“Peringkat dapat berada dalam tekanan, jika profil keuangan Danareksa mengalami penurunan lebih lanjut, terutama untuk indikator profitabilitas atau ada penundaan berkepanjangan dari transformasi menjadi perusahaan induk jasa keuangan,” katanya di Jakarta, seperti ditulis Rabu (20/2/2019).
Dia menjelaskan, peringkat idA dengan outlook stabil menegaskan bahwa transisi Danareksa menjadi Holding BUMN Jasa Keuangan akan terus berlanjut.
“Danareksa dapat mempertahankan posisi bisnis yang didukung oleh bisnis manajemen investasi dan potensi sinergi yang kuat dengan BUMN lain,” ungapnya.
Peringkat idA itu mencerminkan adanya dukungan kuat dari pemerintah, posisi bisnis yang kuat serta likuiditas dan fleksibilitas keuangan Danareksa yang memadai.
“Namun, peringkat itu dibatasi oleh profil profitabilitas yang di bawah rata-rata dan kondisi pasar modal yang fluktuatif,” tegas Danan.
Tertarik divestasi anak usaha Danareksa, dianggap tidak akan mengganggu bisnis perseroan secara keseluruhan dalam jangka menengah.
“Jadi obligor dengan peringkat idA itu memiliki kemampuan kuat dibanding obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang,” ucap Danan.
Penulis: Tomy
