Jakarta, TopBusiness – PT Danareksa (Persero) resmi menjadi perusahaan holding. Penetapan Danareksa sebagai perusahaan holding diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Danareksa.
Berbeda dengan perusahaan holding lainnya, Danareksa akan menjadi perusahaan utama dari beberapa BUMN lintas sektor.
“Ada beberapa subklaster nantinya, (seperti) Jasa Keuangan, Kawasan Industri, Konstruksi dan Konsultan Karya, Pengelolaan Air dan Media dan Teknologi. Jadi total nanti (ada) kurang lebih 16 yang akan masuk ke holding-nya Danareksa. Multisektoral, ini memang sangat berbeda dengan holding-holding lainnya,” kata Trisuci Septalia Dewi yang akrab dipanggil Lia, selaku Manajer TJSL PT Danareksa (Persero).
Seiring dengan perubahan tersebut, Danareksa juga telah mengubah visi dan misi perusahaan. Kini visi Danareksa adalah menjadi perusahaan spesialis tranformasi yang berstandar berskala internasional.
Adapun misinya adalah:
- Memberikan manfaat kepada Negara, measyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya melalui transformasi keberlanjutan dan akselerasi peningkatan skala entitas yang dikelola;
- Menciptakan nilai melalui fokus pada sinergi, operational excellence, dan cost leadership di dalam ekosistem BUMN; dan
- Memperkuat kapabilitas dan kapasitas sumber daya manusia dan teknologi untuk bersaing pada skala global.
Danareksa rutin dalam hal assessment GCG, di mana setiap dua tahun sekali dilakukan penilaian terkait dengan tata kelola perusahaan tersebut. “Untuk GCG sendiri kita memang rutin penilaiannya, (dilakukan) dua tahun sekali dengan konsultan yang sisanya self assessment. Untuk tahun 2020 skornya 92,62, (adapun) di tahun 2021 skornya 94,1,” ungkap Lia saat sesi penjurian TOP CSR Awards 2022 yang adakan Majalah Top Business secara virtual, pada Jumat (11/3/2022).
Jalankan CSR, Adopsi CSV
Berkaitan dengan CSR yang menjadi topik utama dalam sesi penjurian kali ini, Lia mengatakan bahwa seiring dengan visi dan misi baru yang dimiliki, perusahaan juga harus bertransformasi, termasuk dalam kegiatan TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan).
“Jadi, maksudnya di sini bukan hanya memberi, tetapi suatu program yang harus berkesinambungan dan memberikan Create Shared Value juga buat perusahaan. Di mana kegiatan CSR itu memberikan impact untuk bisnis perusahaan sendiri, baik ke depannya dengan multisektoral tentunya nantinya secara gradual kita akan bertransformasi sesuai visi dan misi yang berubah ini,” tandas Lia.
Lebih lanjut, sebagaimana dikatakan Lia, Danareksa memiliki program CSR yang telah mengadopsi CSV. Program tersebut dinamakan sebagai Danareksa Keliling atau ‘Darling’. Secara singkat disjelaskan bahwa konsep dari program tersebut adalah Danareksa memaparkan hasil riset yang telah dilakukan. Jadi, Danareksa memiliki apa yang disebut sebagai Danareksa Research Institute yang memberikan hasil riset setiap bulannya dan bisa dilihat di website dan medsos perusahaan. “Program yang mendukung bisnis kami adalah melalui program/kegiatan ini. (Program ini) juga memberikan impact untuk usaha anak perusahaan, yaitu misalnya DIM (PT Danareksa Investment Manager),” kata Lia.
Program Danareksa Keliling dilakukan dengan mengusung konsep ‘Roadshow Truck’. Di mana diharapkan dari program ini para UMKM dan masyarakat umum bisa membaca hasil riset dengan mudah.
“Jadi, konsepnya adalah kita memaparkan hasil riset Danareksa, yang sebenarnya bisa diakses secara umum melalui website, tetapi tidak semua orang tahu. Padahal sebenarnya dengan hasil riset ini UMKM dan masyarakat bisa membaca pola konsumen behaviour, (misalnya) bulan ini jualan apa yang cocok, konsumen sukanya beli apa, di situ ada hasil riset dari Danareksa Reseach Institute ini. Jadi, dengan kegiatan ini kami memberikan hasil riset itu dipaparkan kepada para UMKM,” kata Lia.
Tidak hanya itu, melalui anak usahanya PT DIM, Danareksa juga memberikan pelatihan semacam literasi pengelolaan keuangan bagi para UMKM. Dengan memahami literasi soal pengelolaan keuangan, diharapkan bila pelaku UMKM memiliki uang lebih dari bisnis yang dijalankan, uang tersebut tidak hanya bisa ditabung atau didepositokan saja, tetapi juga bias diinvestasikan di reksa dana.
”Jadi, dengan misalnya anak perusahaan memaparkan produk-produknya, (di samping) berpotensi mendapatkan nasabah baru, UMKM akan mendapatkan ilmu baru tentang pengelolaan keuangan. Dan tentunya kalau anak perusahaan memiliki peningkatan bisnis mereka maka akan sampai juga ke Danareksa. Karena kan CSV konsepnya adalah ketika melakukan kegiatan CSR tidak hanya memberi tetapi juga memberikan manfaat balik ke perusahaan,” tandas Lia.
“Karena Danareksa tidak memiliki produk yang secara langsung berhubungan dengan masyarakat atau kegiatan yang berhubungan sama lingkungan, jadi kami mengemas CSV-nya seperti ini. Jadi, dengan konsep yang lebih santai masyarakat menerima atau membaca hasil riset dengan mudah, ini menjadi program CSR kami yang Creating Shared Value,” lanjutnya.
Inisiatif CSR di Masa Pandemi
Dalam slide presentasi yang dibawakan, secara tegas disebut bahwa selama masa pandemi Covid yang terjadi, kebijakan dan peran CSR adalah mendukung penanganan pandemi yang telah dilakukan pemerintah.
Beberapa kegiatan yang telah dilakukan Danareksa antara lain kegiatan sentra vaksin, bantuan sembako dan bantuan untuk tenaga medis adalah beberapa kegiatan penanganan pandemi yang telah dilakukan perusahaan).
Selain itu, pada masa pandemi, Danareksa juga menjalin kolaborasi dengan dengan BUMN-BUMN yang nantinya menjadi anggota holding, untuk memberikan bantuan air mineral dan juga bantuan sembako untuk teman disabilitas.
Masih soal kegiatan CSR Danareksa yang dilakukan pada masa pandemic, antara lain perusasahaan ini membuat program pelatihan untuk ibu-ibu rumah tangga.
“Kita juga melihat bahwa adanya pandemi, tentunya banyak orang yang terdampak secara ekonomi, makanya kita tadi membikin beberapa program seperti pelatihan untuk para ibu-ibu rumah tangga. Karena dengan memberikan pelatihan kepada ibu rumah tangga, mereka kan tentunya terdampak juga misalnya (untuk) suami (yang) kena PHK, “ lanjut Lia.
Dengan memberikan pelatihan kepada ibu rumah tangga, diharapkan dari situ Danareksi bisa memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para ibu, misalnya dalam hal pengolahan makanan, seperti untuk produk-produk oleh-oleh, ceker atau manisan buah pala. Progra ini sudah dilakukan di Jakarta, Tengerang, dan di Bandung.
“Tentu manfaatnya dari satu program yang tadi (pelatihan untuk ibu-ibu) sudah ada ibu-ibu yang akhirnya memiliki usaha sendiri ada kurang lebih 7 orang,” tutup Lia.
Penulis: Fauzi
