TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Data Ekonomi China dan AS Bikin Rupiah Rentan Tertekan

Busthomi
6 March 2019 | 09:46
rubrik: Business Info
Sentimen Positif AS Bakal Picu Rupiah di Zona Merah

FOTO: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Laju nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksi bergerak stagnan dan relatif tertekan. Hal ini karena masih dipicu oleh beberapa sentiment global yang tak menguntungkan rupiah.

Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka di posisi Rp14.126 atau mengutuat tipis dan relative stagnan ketimbang penutupan kemarin di level Rp14.127. Bahkan dalam satu jam pertama laju rupiah relative stagnan dengan bergerak di kisaran Rp14.132, Rp14131 dan kembali ke Rp14.127.

Menurut analis pasar uang dari Asia Trade Point Futures, Deddy Yusuf Siregar, laju rupiah untuk menguat di hari ini masih cenderung terbatas.

“Hal ini dikarenakan para investor masih menanti hasil sejumlah data ekonomi baru. Di antaranya data pengangguran dan non-farm payroll AS yang akan dirilis pada akhir pekan ini,” terang dia di Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Tekanan rupiah juga tak hanya datang dari kondisi perekonomian negeri Paman Sam. Menurut dia, saat ini para pelaku pasar masih juga mencemaskan pelemahan ekonomi di China. “Dan China sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi hanya di kisaran 6 persen sampai 6,5 persen di tahun ini,” tegas dia.

Dengan kondisi sentiment yang melingkupi mata uang NKRI tersebut, Deddy memproyeksi pergerakan rupiah hari ini akan berada di rentang Rp 14.070 – Rp 14.155 per USD.

Di hari sebelumnya, kurs rupiah sendiri di pasar spot cuma menguat 0,02% menjadi Rp 14.128 per USD. Sama juga yang dialami di kurs tengah Bank Indonesia yang hanya melaju ke atas dengan tipis sebesar 0,02% ke tangga Rp 14.146 per USD.

Penulis: Tomy

BACA JUGA:   Carbon Capture Storage Berpeluang Jadi Bisnis Baru di Indonesia
Tags: rupiah
Previous Post

PDAM Tirta Binangun Uji Penggunaan Plastik pada Kemasan Air Ku

Next Post

Kena Perkara Hukum, Anak Usaha BYAN Belum Bisa Eksplorasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR