Jakarta, TopBusiness—Bank DBS Indonesia mengumumkan kemitraan strategis dengan PT. Cipta Piranti Sejahtera, perusahaan yang mengembangkan perangkat lunak cloud akuntansi Accurate Online.
“Melalui kolaborasi ini, Bank DBS Indonesia ingin membantu usaha kecil dan menengah (UKM) menghemat waktu dan sumber daya manusia. Setelah UKM menghubungkan akun korporat Bank DBS Indonesia dengan Accurate Online, setiap transaksi bisnis yang dilakukan oleh UKM dengan akun korporat Bank DBS Indonesia akan secara otomatis masuk dan tercatat dalam Accurate Online,” kata Direktur Bank DBS Indonesia, Rudy Tandjung, di Jakarta (6/3/2019).
Pengaturannya sangat mudah dan tidak memerlukan formulir kertas apapun; UKM hanya perlu sekali autorisasi koneksi melalui internet banking dan transaksi bank dari DBS akan langsung masuk tercatat ke Accurate Online setiap hari.
Setelah transaksi bank tercatat dalam Accurate Online, fitur “Smart Reconciliation” akan mencoba mencocokkan data rekening koran dengan entri akuntansi secara otomatis, sehingga dapat menghemat berjam-jam waktu pengguna dalam melakukan rekonsiliasi bank.
Hal ini juga berarti bahwa UKM dapat memiliki pembaruan terkini tentang arus kas mereka sehingga dapat membuat keputusan keuangan yang lebih baik. Inovasi ini menyingkirkan tugas manual mengimpor transaksi bank dan rekonsiliasi.
“Sebagai World’s Best Bank for SME oleh Euromoney, kami ingin menjadi solusi perbankan untuk UKM di Indonesia dengan menyediakan berbagai fasilitas dan wawasan yang dapat membantu UKM membuat keputusan dalam bisnis mereka. Kolaborasi ini adalah bagian dari implementasi misi kami ‘Live more, Bank less’ yang memungkinkan nasabah menikmati hidup sepenuhnya tanpa harus disulitkan dengan urusan administratif perbankan,” kata Rudy pula.
“Kami menemukan bahwa banyak UKM dan start-up yang menggunakan Excel atau kertas fisik untuk pembukuan. Mengingat sifat tugas tersebut yang membosankan, mereka cenderung melakukan rekonsiliasi hanya sebulan sekali, sehingga pandangan yang dimiliki tentang arus kas mereka tidak up-to-date,” kata Rudy.
Di sisi lain, Darwin Tjoe, Founder Accurate menambahkan, “Dengan menggunakan akun korporat DBS yang terhubung dengan Accurate Online, UKM dengan mudah dapat melakukan dan memantau pembukuan keuangan bisnis mereka. Nasabah Bank DBS Indonesia dan Accurate Online juga dapat memperoleh manfaat dari penghematan biaya.”
Bank DBS Indonesia juga berkolaborasi dengan UnionSpace, perusahaan co-working terbesar di Asia Tenggara, untuk membantu UKM menghemat biaya modal dan mendukung ekspansi mereka di luar Indonesia. Nasabah UKM baru dan lama dari DBS akan mendapat manfaat dari berlangganan gratis selama enam bulan ke Paspor UnionSpace yang baru saja diluncurkan.
Paspor itu tidak hanya memungkinkan UKM untuk menggunakan alamat kantor yang bergengsi, tetapi juga memberikan UKM penggunaan lokasi UnionSpace dan partner outlet di Indonesia. Selain itu, UKM yang ingin melakukan ekspansi di luar Indonesia dapat mengunjungi lokasi UnionSpace di negara lainnya.
Pelanggan UKM baru dan lama dari UnionSpace yang mendaftar online untuk akun korporat DBS pada atau sebelum 30 Juni juga dapat menikmati transaksi SKN tanpa batas hingga 31 Maret 2020.
Ini dapat dikemas dengan DBS’ Multi-Currency Account yang membantu UKM bertransaksi dan mengelola ke 12 mata uang dalam e-wallet terpisah, semua dikelola dalam satu akun tunggal. Secara keseluruhan, UKM dapat menghemat hingga Rp50.000.000 dalam biaya sewa dan perbankan.
Bersama dengan Alibaba Cloud, UnionSpace juga merupakan mitra untuk DBS SME Academy, sebuah seri pendidikan yang membantu membangun kemampuan bisnis untuk mempercepat laju inovasi, memungkinkan UKM untuk menjadi efisien, efektif dan cerdas teknologi.
“Kami sangat bersemangat untuk berpartisipasi dalam pengembangan ekosistem untuk pertumbuhan UKM di Indonesia seperti bagaimana kami membangun ekosistem UKM di negara lain. Dengan menyediakan pelaku usaha dan startup ruang kerja yang lebih efisien dan program percepatan pertumbuhan dengan mitra bisnis dan institusi terpilih, kami dapat memberdayakan anggota kami untuk meningkatkan skala dan tumbuh secara internasional,” kata Albert Goh, CEO UnionSpace.
(Adhito)
