Jakarta, TopBusiness – PDAM Tirta Arut di Kabupaten Kotawaringin Barat ini akan menjadikan perusahaan pemipaan air ini menjadi pelayanan prima, ramah, cepat serta berkualitas. Serta pula memulihkan kondisi PDAM ini dari kondisi sakit menuju perusahaan daerah sehat agar bisa memberikan kontribusi besar bagi pendapatan serta penyerapan tenaga kerja bagi Kabupaten Kotawaringin Barat dan juga menjadi kebangaan bagi Pemerintah Kabupaten sebagai BUMD sehat serta berdaya saing tinggi pada era perdagangan global ini.
Demikian penegasan Direktur Utama PDAM Tirta Arut, Sapriansyah, Kabupaten Kotawaringin Barat dalam sebuah BUMD Rating di Jakarta diselengarakan Majalah bergensi Top Business.
“Kami sedang melakukan transformasi menjadi perusahaan daerah sehat, dalam artian PDAM ini akan kami ciptakan tidak menjadi beban bagi angaran APBD Kabupaten, justru akan memberikan kontribusi besar bagi Pemerintah Kabupaten dalam setoran laba, menyukseskan program PemKab agar memberikan pelayanan serta ketersedian air bersih bagi seluruh lapisan masyarakat, serta pula sebagai agent pembangunan dalam penyerapan tenaga kerja lokal,” tegas Sapriansyah.
“Tentunya tidaklah mudah merubah mindseat, pola pikir, perilaku masyarakat lokal ini dengan segala keterbatasan serta dengan ragam budaya lokal ini menjadi sumber daya unggul dalam melakukan kerja smart dengan pola kompetensi, baginya kinerjanya sangat baik tentunya akan mendapatkan hasil sangat baik pula tentunya, bagi kinerja santai tentunya tidak akan mendapatkan hasil maksimal pula,” ujar Sapriansyah.
Dalam rangka meningkatkan standar mutu Sumber Daya Manusia (SDM) di perusahaan air pemipaan ini, tentunya hampir seluruh devisi mendapatkan berbagai penambahan kualitas dalam bentuk in house traning, atau pun berbagai kursus-kursus di luar menjadi perhatian management agar SDM bisa meningkat kualitasnya.
Kinerja layanan kepada konsumen sampai 2018 ini telah terlayani sebanyak 21.522 sambungan rumah (SR). Sementara kinerja smart dalam tingkat kebocoran airnya sangatlah dibangakan sebesar 19,10%. Sedangkat tingkat efisiensi penagihan sebesar 86,52%.
Pelayanan melalui integrasi teknlogi informasi (IT) berbasiskan Android sudah berjalan dengan baiknya. Pelangan pun tidak perlu antri diloket untuk membayar tagihan air minum cukup melakukan pembayaran dengan institusi perbankan, kantor pos serta dapat dilakukan pembayaran melalui Indomaret.
Penulis: Albarsyah
