Jakarta, TopBusiness—Direktur Utama Bank Jatim, R. Soeroso, mengatakan bahwa di masa generasi milenial banyak terdapat di sebuah perusahaan, sejatinya yang juga diperlukan adalah generasi serenial.
“Itu adalah singkatan dari ‘senior milenial’,” kata dia saat diwawancarai Dewan Juri Top BUMD 2019 di MAC, gedung WTC, Jalan Sudirman, hari ini.
Soeroso menjelaskan, dalam bisnis termasuk di Bank Jatim, perlu orang senior untuk mendampingi generasi muda milenial. “Bisnis masa kini bergerak sangat cepat seperti terlihat dalam penetrasi perusahaan teknologi finansial. Tetapi sekaligus perlu hati-hati, dan inilah peran serenial yakni memandu agar hati-hati,” kata Soeroso.
Dia lantas memberikan kiasan bahwa pertumbuhan bisnis harus seperti pesawat yang lepas landas. “Jadi, bisnis harus tumbuh smooth. Jangan seperti helikopter yang jatuh terempas,” ucap bankir senior itu.
Bank Jatim kini terus mencoba memanajemeni sinergi antara karyawan milenial dengan serenial. Dengan proses manajemen itu, diharapkan adanya kinerja yang bagus dan optimal. “Perbedaan seperti ini harus dimanajemeni,” Soeroso berkata.
Di kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Bank Jatim, Ferdian Timur S., menjelaskan bahwa porsi karyawan generasi milenial di Bank Jatim kini sekitar 67 persen.
Adapun anggota Dewan Juri Top BUMD 2019, Kusuma Prabandari, mengatakan bahwa kini memang banyak pergeseran karakter generasi muda dalam dunia bisnis. Yang perlu dideteksi, sejauh mana kekuatan karakter dan konsep generasi tersebut?
“Maka, Bank Jatim sebaiknya mendeteksi hal seperti ini,” kata CEO Dwika Consulting itu.
Kalau kini di Bank Jatim ada generasi milenial sebanyak 67 persen, maka manajemen bank tersebut harus punya strategi khusus. “Pendekatan policy kepada generasi itu, harus ada,” ujar Kusuma.
(Adhito)
