Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksikan bisa kembali menguat. Hal ini lebih dipengaruhi oleh adanya sentiment dari dalam negeri terkait yang dianggap mulai positif.
Mengutip Bloomberg pagi ini, mata uang NKRI itu dibuka di posisi Rp14.240 atau menguat ketimbang penutupan kemarin di tangga Rp14.265 atau terapresiasi 25 poin alias 0,15%.
Menurut analis pasar uang dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Reny Eka Putri menyebut pada hari ini, laju rupiah akan tertolong karena para pelaku pasar juga masih mencermati data neraca perdagangan Indonesia bulan Februari yang bakal dirilis Jumat (15/3) besok.
“Di pengumuman itu ada potensi terkait defisit neraca perdagangan tersebut berkurang, karena cadangan devisa juga naik. Sehingga sehari sebelum neraca dagang itu dirilis, ada kemungkinan rupiah menguat terbatas,” tutur dia di Jakarta, Kamis (14/3/2019).
Sebelumnya, rupiah lebih terpengaruh oleh sentiment Brexit dimana mayoritas anggota parlemen yang mengikuti pemungutan suara di Selasa lalu menentang kesepakatan Brexit. Kondisi tersebut sempat membuat rupiah tertekan. Pada semula sempat teropang oleh data inflasi AS yang mengalami pelemahan.
Namun sebut dia, sentiment dari Brexit bisa saja berkurang. Apalagi usai pemerintah Inggris menghapus tarif impor barang, terutama kepada Irlandia dan Irlandia Utara. Rencana tersebut bakal direalisasikan jika tak ada kesepakatan Brexit.
“Paling tidak dari sisi pemerintah Inggris sendiri punya upaya supaya Brexit tak terus-terusan mengganggu kondisi pasar,” tandasnya.
Dengan kondisi pasar seperti itu, dia memprediksi rupiah akan bergerak di rentang Rp 14.185 hingga Rp 14.286 per USD. Kemarin, rupiah berakhir di posisi menguat tipis 0,01% ke level Rp 14.265 per USD mengutip Bloomber. Di saat yang sama, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia melemah 0,12% ke level Rp 14.269 per USD.
Penulis: Tomy
