TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BPRS Bandar Lampung Bisa Terus Tingkatkan Kinerja Usaha

Nurdian Akhmad
14 March 2019 | 07:17
rubrik: BUMD
BPRS Bandar Lampung Bisa Terus Tingkatkan Kinerja Usaha

Jakarta, TopBusiness – Setelah mampu meningkatkan kinerja usaha dan membukukan laba, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bandar Lampung kian getol melakukan ekspansi pasar. Tak hanya di Kota Bandar Lampung, saat ini juga sudah merambah wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran dan tahun ini masuk di Kabupaten Pringsewu.

“Alhamdulillah restrukturisasi yang kami lakukan sepuluh tahun lalu, baik di sistem manajeman, sumber daya manusia (SDM), dan strategi bisnis, bisa membuahkan hasil dengan kinerja usaha yang terus meningkat. BPRS Bandar Lampung ini awalnya akuisisi dari BPRS Sakai Sambayan pada tahun 2008 yang waktu itu kondisinya buruk dan merugi dikarenakan banyaknya pembiayaan bermasalah (NPF) dan manajemen pengelolaan bank yang kurang profesional. Makanya di awal, kami harus kerja extra keras. Hasilnya, dalam kurun waktu yang tidak lama, kami bisa membalikkan kinerja usaha, dari awalnya merugi bisa meraih laba usaha yang membuat perusahaan bisa terus berkembang sampai sekarang ini. Sungguh ini satu kebanggaan tersendiri bagi kami,” papar Direktur Utama BPRS Bandar Lampung, Ridwansyah dalam sesi wawancara penjurian di ajang corporate rating -Top BUMD 2019 yang berlangsung Rabo (13/3), di Jakarta.

Dikatakan, di awal fokus restrukturisasi dilakukan di jajaran SDM, di mana untuk level senior, dilakukan dengan merekrut tenaga exspert yang memang faham perbankan syariah agar bisa lebih dinamis dalam menyusun perencanaan bisnis dan ekspansi pasar. Pihaknya juga tak segan mengambil langkah tegas dengan memberhentikan karyawan yang tidak sanggup mengikuti irama kerja manajemen baru dengan memberikan pesangon.

“Kami membangun culture sebagai perusahaan dengan sistem kerja dan manajemen yang profesional. Waktu itu, kami terapkan sistem target, terutama terkait capaian usaha. Sebagai daya tarik, kami juga berikan reward dengan insentif yang lebih besar. Sebaliknya kalau ada yang tidak sanggup mengikuti sistem ini, ya… kami persilahkan minggir. Soalnya saya sendiri waktu itu juga pertaruhkan jabatan ke pemegang saham. Artinya kalau dalam kurun waktu tertentu, tidak bisa mencapai arget, saya juga harus mundur, melepaskan jabatan sebagai dirut. Alhamdulillah strategi ini cukup ampuh, di mana dalam beberapa tahun terakhir, bank yang saya pimpin ini bisa teruas menggeliat dengan kondisi yang makin sehat. Sehingga bisa mendukung upaya pemerintah menggerakkan roda ekonomi masyarakat melalui pembiyaan. Kepercayaan pemegang saham pun makin tinggi, sehigga kami juga diberikan tambahan modal baru. Selama empat tahun terakhir rata-rata ada tambahan modal Rp 1 miliar. Tahun ini, sudah ada komitmen penambahan modal sebesar Rp7,5 miliar yang sebagian penguatan investasi, di mana kami berencana membangun gedung perkantoran sendiri empat lantai untuk kantor pusat di atas lahan 530 m2. Saya optimistis, langkah ini bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada kami,” paparnya.

BACA JUGA:   TOP BUMD Awards 2026, Ajang Awarding BUMD Terbesar di Indonesia Siap Digelar

Pihaknya optimistis keberadaan Bank Syariah Bandar Lampung akan makin terima masyarakat luas dan memiliki prospek yang makin menjanjikan. Apalagi manfaat yang diperoleh saat ini, yakni pelayanan kepada masyarakat kian dirasakan. Tahun 2016 total pembiayaan mencapai Rp 51,1 miliar, tahun 2017 naik menjadi Rp 56,9 miliar dan tahun 2018 naik hingga diatas Rp 70 milar. Selain produk pembiayaan, juga da layanan deposito, dan tabungan dengan prinsip syariah. Untuk pembiayaan terdapat pembiayaan Sewa Manfaat (Akad Ijarah – Multi Jasa).

Pembiayaan diberikan oleh Bank kepada nasabah dalam memperoleh manfaat suatu jasa dimana Bank mengambil ujroh (keuntungan) atas penyediaan manfaat tersebut. Sistem pembayaran dengan cara cicilan atau angsuran kesepakatan. Adapun Deposito Syariah merupakan simpanan berjangka bedasarkan prinsip bagi hasil (Al-Mudharabah) yang disediakan untuk nasabah.

Dengan prinsip ini, deposito nasabah diperlakukan sebagai investasi yang digunakan oleh Bank secara produktif dalam bentuk pembiayaan yang disalurkan kepada masyarakat pengusaha maupun perorangan dalam bentuk pembiayaan Ijarah dan Al-Murabahah yang dikelola secara profesional dan memenuhi aspek Syariah.

Pengelolaan dana nasabah ini dibagihasilkan sesuai nisbah yang telah disepakati. Sedang Tabungan Syariah merupakan simpanan nasabah pada Bank yang dikelola secara amanah oleh Bank dengan pemberian imbalan berupa bagi hasil sesuai nisbah yang telah disepakati. “Animo masyarakat terhadap perbankan syariah makin tinggi dan ini membuat kami makin optimistis mengembangkan semua kegiatan yang berbasis syariah ini,” tandasnya.

Penulis: Ahmad Churi

Tags: Top BUMD 2019
Previous Post

Sasaran dan Ekses CSR Ala Jamkrida Riau

Next Post

Penguatan Rupiah Bisa Dipicu Sentimen Domestik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR