Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini diprediksi bisa kembali ke jalur hijau. Hal ini disebabkan oleh sentiment dalam negeri yang bisa membuat ruiah bangkit, usai beberapa hari ini rontok.
Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka di level Rp14.290 atau melemah 13 poin dari penutupan kemarin di tangga Rp14.277. Mata uang NKRI itu kian memerah dalam 30 menit pertama ke posisi Rp14.295 atau melemah 0,12%.
Meski rupiah dibuka di zona merah, menurut Ahmad Mikail, analis pasar uang Samuel Sekuritas Indonesia, tapi peluangnya bisa menguat pada perdagangan hari ini. Pasalnya, beberapa sentiment dari dalam negeri dapat menopang laju mata uang Garuda tersebut.
Salah satunya terkait data bakal dirilisnya neraca perdagangan Februari 2019 pada pagi ini. Diperkirakan, neraca perdagangan hari ini bisa mengalami surplus.
“Rupiah diperkirakan menguat dengan kemungkinan surplusnya data neraca perdagangan Indonesia bulan Februari yang diperkirakan sebesar US$ 200 juta,” terang Mikail di Jakarta, Jumat (15/3/2019).
Selain itu, lanjut dia, rupiah juga akan mendapatkan sentiment positif lainnya setelah lemabaga pemeringkat dunia, Fitch Rating mempertahankan peringkat surat utang Indonesia di level BBB atau Outlook stabil.
Sementara dari sentiment globa, laju Dollar indeks sendiri diramal bakal melemah ke level 96.50-96.70 terhadap hampir semua mata uang kuat utama dunia.
“Hal tersebut didorong oleh melemahnya data penjualan rumah baru AS di bulan Januari sebesar -6,9% jauh di bawah ekspektasi sebesar -0,9%,” tandasnya.
Dengan kondisi sentiment yang melingkupi rupiah tersebut, maka Mikail memprediksi, pergarakan kurs rupiah tersebut kemungkinan menguat ke level Rp14.200/USD hingga Rp 14.277/USD. Kemarin sendiri rupiah ditutup memerah 13 poin atau 0,09% di level Rp14.278 per USD di di perdagangan pasar spot.
Penulis: Tomy
