Jakarta, TopBusiness – Bank BPR Jatim Bank UMKM Jawa Timur, nama yang cukup panjang untuk sebuah bank. Embel-embel akronim ‘UMKM’ yang terselip sejatinya kian menegaskan fokus bidikan dari bank yang kini telah menjadi Perseroda itu.
Sebagai bank yang fokus pada UMKM, BPR Jatim Bank UMKM Jawa Timur, berkomitmen untuk membangun perusahaan dalam perspektif jangka panjang. Hal itu seperti diungkap Yudhi Wahyu Maharani, Direktur Utama Bank BPR Jatim Bank UMKM Jawa Timur, dalam sesi penjurian TOP BUMD Awards 2022 yang diadakan oleh Majalah TopBusiness secara virtual pada Jumat (25/2/2022).
“Kami membangun Bank UMKM ini tidak serta merta untuk jangka pendek, tetapi kami akan membangun secara berkelanjutan (jangka panjang). Itu komitmen kami di Bank UMKM termasuk komitmen pemegang saham,” kata Yudhi.
Bentuk penegasan komitmen BPR Jatim terhadap UMKM juga diejawantahkan dalam bentuk modal, di mana seiring dengan perubahannya menjadi Perseroda, modal dasar dari perusahaan ini pun telah ditingkatkan.
“Sesuai dengan Permendagri, kita menjadi Perseroda, kemudian modal dasar dari Rp500 miliar menjadi Rp1,6 triliun. (Ini) menjadi komitmen Bank UMKM untuk selalu menaikkan modalnya dan menambah penetrasi pasar di Jawa Timur, khususnya untuk UMKM,” tandas Yudhi.
Bukan tanpa alasan bila BPR Jatim membidik kalangan pelaku UMKM. Selain memiliki tujuan untuk mengurangi rentenir, keberadaan UMKM yang menjadi penopang Produk Domestik Bruto (PDB) Jawa Timur juga menjadi alasan tersendiri.
“Sebanyak 56% PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Jawa Timur adalah ditopang oleh UMKM. Dan di masa pandemi, walaupun kita terkena imbasnya terutama UMKM, tetapi untuk menjadi (pihak) yang loncat duluan dan sembuh duluan mudah-mudahan UMKM Jawa Timur menjadi yang pertama juga. Jadi, itu komitmen kami kemudian semangat kami (kembangkan) UMKM Jawa Timur,” papar Yudhi.
Kinerja
Pandemi Covid-19 yang masih dirasakan hingga saat ini ikut dirasakan juga dampaknya oleh BPR Jatim. Kendati demikian, secara umum kinerja bank ini disebut tetap bertumbuh.
“Alhamdulillah walaupun di tengah-tengah pandemi kita di UMKM tetap tumbuh, untuk dana pihak ketiganya tahun 2019 ke tahun 2020 kita (meningkat) 7,25%, kemudian di tahun 2020 ke 2021 kita tetap naik di 8,62%. Jadi, isu mengenai (adanya) likuiditas (ketat) di BPR, kita (merasakan) malah luar biasa kepercayaan kepada bank BPR UMKM Jawa Timur,” kata Yudhi.
Dari sisi penyaluran kredit, Yudhi juga mengatakan bahwa bank yang dipimpinnya itu mengalami pertumbuhan dari 3,20% di tahun 2019 – 2020 menjadi 5,05% di tahun 2021.
Lebih lanjut, dikatakan Yudhi, bahwasanya seiring meningkatnya suspek Covid-19 pada bulan Juli – September tahun lalu, perusahaan sempat terkena imbas yang luar biasa di mana dari total SDM sebanyak 1.091 orang kurang lebih hampir 198 terkena Covid-19.
“Namun, demikian tetap terkendali. Ini menjadi kunci utama kinerja kita, karena proses untuk pertumbuhan dan sebagainya harus didukung oleh SDM yang profesional,” tuturnya.
Masih soal capaian kinerjanya, Yudhi mengatakan bahwa per hari ini posisi Bank UMKM selalu tumbuh dan tetap sehat. Menyongsong tahun 2022 bank ini juga berencana untuk mengubah bisnis, namun tetap memegang koridor Prudential Banking.
“Jadi, nanti jaringan kami ada di beberapa cabang, rohnya prudential banking tetap kita jaga, dan itu pakemnya Bank UMKM. Artinya, kita punya pakem, kita punya proses untuk kualitas kreditnya dan sebagainya yang harus kita jaga, dan itu yang menjadi kontribusi nantinya baik yang jangka pendek yang sekarang maupun nanti untuk yang berkelanjutan,” kata Yudhi.
Dalam papaparannya, Yudhi juga mengungkap bahwa jaringan BPR Jatim di seluruh Jawa Timur itu ada 31 Kantor Cabang dan 1 kantor pusat, 111 kantor kas, 3 payment point, 32 mobil kas, dan 35 ATM. Rencanaya bank akan melakukan penetrasi, terutama untuk kantor kas.
“Jadi, di 2022 rencana bisnis kita akan ada beberapa kantor kas unggulan yang kita siapkan. Kita bekerja sama dengan beberapa kampus. Nanti kantor kas itu semisal asetnya hanya Rp20 miliar, kita akan lipatgandakan 4 kali lipat. Jadi, kantor kas unggulan yang sudah siap, nanti kita siapkan SDM-nya, sehingga nanti 2022 penetrasi dan pelayanan kita terhadap UMKM bisa lebih luas, dan pasar itu ada di Jawa Timur,” Yudhi kembali menegaskan.
Dengan kondisi kinerja yang positif itu, sebagai bentuk kontribusi BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), secara singkat Yudhi menyebutkan, kontribusi bank dalam bentuk PAD meningkat dari tahun 2021 ke tahun 2022 sebesar 12%.
Penulis: Fauzi

Alhamdulilah semoga BANK BPR JATIM BANK UMKM JAWA TIMUR SEMAKIN JAYA BAROKHAH AAMIIN