TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BEI Optimistis Investor Syariah Bertumbuh 100 Persen

Busthomi
19 March 2019 | 10:52
rubrik: Capital Market
Seharian, IHSG Hijau

foto istimewa

Jakarta, TopBusiness – Jumlah investor syariah hingga saat ini relative masih minim, meski pertumbuhannya mulai positif. Tahun lalu saja, tercata kenaikan investor di saham syariah sebesar 92 persen. Makanya tahun ini PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yakin bisa melanjutkan tren positif dengan menargetkan pertumbuhan 100 persen untuk investor syariah.

“Tahun 2018 lalu, pertumbuhan investor saham syariah sebanyak 92% atau menjadi 44.536 investor. Maka tahun ini, kami optimis angka pertumbuhan minimal sama bahkan bisa 100%,” tegas Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi dalam diskusi Hijrah ke Saham Syariah di Gedung BEI, Jakarta, Senin (18/3/2019).

Untuk mencapai target tersebut, pihak BEI, kata dia, akan melakukan jemput bola dengan melakukan pendekatan melalui komunitas terkait atau organisasi masyarakat keagamaan yang besar di Indonesia.

“Misalnya, kami akan melakukan sosialisasi ke NU (Nahdlatul Ulama), Muhammadiyah, dan MES (Masyarakat Ekonomi Syariah),” kata dia.

Namun begitu, sepertinya pihak Self Regulatory Organization (SRO) itu harus kerja keras. Pasalnya, selain pangsa pasar di industri pasar modal syariah saat ini masih relative kecil. Hal ini tercermin dari jumlah investor syariah yang hanya 5,2 persen dari total investor saham.

“Makanya masih ada ‘Pekerjaan Rumah’ dalam pengembangan pasar modal syariah ini. Karena sampai saat ini, dari sebanyak 900 ribu investor saham, hanya ada 5,2 persen yang merupakan investor syariah,” dia menjelaskan.

Padahal saat ini, sebanyak 87 persen dari total penduduk Indonesia beragama Islam, dengan nilai keuangan syariah tercatat sebesar US$ 82,33 miliar atau 8 persen dari total keuangan. Sementara nilai pasar modal syariah tercatat sebesar US$ 44,97 miliar atau 15 persen dari total nilai pasar modal syariah.

BACA JUGA:   Gandeng Bursa Malaysia dan Thailand, BEI Dorong Penguatan Ekosistem ESG

Sebelumnya di tempat yang sama, dalam rangka menggenjot investor saham syariah ini, Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi berjanji untuk mendorong peningkatan pasar modal syariah dengan cara seluruh Anggota Bursa (AB) diharapkan menyediakan wahana perdagangan efek syariah atau SOTS (Sistem Online Trading Syariah).

“Sekarang ini kan baru ada 13 AB yang memiliki SOTS. Tapi ke depan, kami harapkan semua AB itu sudah memiliki SOTS,” tegas Inarno.

Penulis: Tomy

Tags: beisyariah
Previous Post

Pelemahan Ekonomi AS Picu Rupiah di Zona Hijau

Next Post

Pangsa Pasar Modal Syariah Kecil, OJK Bakal Revisi Roadmap

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR