Jakarta, TopBusiness – Dalam beberapa tahun ini, pergerakan pasar modal syariah memang tak terlalu menggembirakan, jika dikomparasi dengan mayoritas penduduk muslim di Indonesia. Bahkan dalam lima tahun terkahir tak terlalu bertumbuh positif.
Untuk itu, pihak regulator pun bertekad untuk memacu pasar itu dengan jalan merevisi peta jalan (roadmap) 2015-2019 pengembangan pasar modal syariah. Saat ini OJK tengah melakukan pengkajian untuk merevisi hal tersebut.
“Kami memang masih mengkaji roadmap pasar modal syariah dan sudah mengundang banyak share holders. Kami juga sudah berdiskusi dengan SRO (self regulation organization) pasar modal agar tujuan menggenjot market share bisa tercapai,” ungkap Direktur Pasar Modal Syariah OJK, Fadilah Kartikasasi di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, seperti ditulis Selasa (18/3/2019).
Menurutnya, revisi arah pengembangan pasar modal itu tidak terlepas dari kondisi pangsa pasar yang masih berjalan stagnan. “Pada lima tahun lalu sekitar 3-4 persen, sedangkan saat ini masih sekitar 7 persen. Jadi melihat hal itu ini, masih ada kebutuhan untuk pengembangan pasar modal,” jelas dia.
Fadilah menyebut, kemungkinan revisi roadmap tersebut terletak pada penguatan pengaturan atas produk, lembaga dan profesi, serta peningkatan supply-demand produk pasar modal syariah. Bahkan, lanjut dia, tidak tertutup kemungkinan revisi pada pengembangan sumber daya manusia dan teknologi informasi.
“Promosi dan edukasi pasar modal syariah juga sangat penting, karena ruang untuk terus bertumbuh masih sangat besar. Nanti akan kami formulasikan di masing-masing poin yang direvisi itu,” terangnya.
Namun demikian, dia menegaskan, secara umum Roadmap Pasar Modal Syariah 2015-2019 masih sejalan dengan dengan kondisi dan kebutuhan pasar. “Ya secara umum sih, roadmap yang lima tahun lalu itu masih relevan ya. Makanya revisi ini masih dalam kajian,” pungkas dia.
Penulis: Tomy
