
Jakarta, businessnews.id — Menurut laporan bulanan terbaru Kaspersky Lab mengenai ancaman online di sektor perbankan, para pengguna di Brazil, Rusia, dan Italia, tersering diserang malware keuangan.
Sergey Golovanov, Principal Security Researcher Kaspersky Lab, dalam keterangan pers (4/7/2014), menjelaskan bahwa solusi dari pihaknya memblokir upaya serangan terhadap komputer untuk menjalankan malware, yang mampu mencuri uang dari pemilik rekening online tiga negara itu.
“Itu untuk periode laporan kami 19 April sampai 19 Mei 2014,” kata dia.
Jumlah itu, Golovanov menjelaskan, lebih dari sepertiga jumlah total pengguna yang diserang malware perbankan sedunia.
Biasanya, para penjahat cyber mencoba mencuri data kartu bank pengguna dengan bantuan program Trojan khusus. Dari pertengahan April sampai pertengahan Mei, Zeus (Trojan-Spy.Win32.Zbot) kembali menjadi Trojan perbankan dengan penyebaran paling luas.
Berdasarkan penelitian Kaspersky Lab, program ini terlibat dalam 198.200 serangan malware terhadap nasabah perbankan online.
“Sekitar 82.300 orang diserang oleh Trojan-Banker.Win32.ChePro dan Trojan-Banker.Win32.Lohmys. Keduanya adalah program berbahaya yang terutama menyebar melalui e-mail spam dengan subyek ‘biaya internetbank’,” kata dia.
Cara lain untuk mencuri data perbankan yaitu dengan serangan phishing. Selama periode laporan, solusi Kaspersky Lab memblokir 21,5 juta serangan phishing dan hampir 10% serangan (sekitar 2 juta) menyasar data kartu bank pengguna. (Abdul Aziz)
Editor: Achmad Adhito