TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Brazil, Rusia, Italia, Tersering Diserang Malware Keuangan

Nurdian Akhmad
4 July 2014 | 14:20
rubrik: BUMN
Ilustrasi: Istimewa
Ilustrasi: Istimewa

Jakarta, businessnews.id — Menurut laporan bulanan terbaru Kaspersky Lab mengenai ancaman online di sektor perbankan, para pengguna di Brazil, Rusia, dan Italia, tersering diserang malware keuangan.

Sergey Golovanov, Principal Security Researcher Kaspersky Lab, dalam keterangan pers (4/7/2014), menjelaskan bahwa solusi dari pihaknya memblokir upaya serangan terhadap komputer untuk menjalankan malware, yang mampu mencuri uang dari pemilik rekening online tiga negara itu.

“Itu untuk periode laporan kami 19 April sampai 19 Mei 2014,” kata dia.

Jumlah itu, Golovanov menjelaskan, lebih dari sepertiga jumlah total pengguna yang diserang malware perbankan sedunia.

Biasanya, para penjahat cyber mencoba mencuri data kartu bank pengguna dengan bantuan program Trojan khusus. Dari pertengahan April sampai pertengahan Mei, Zeus (Trojan-Spy.Win32.Zbot) kembali menjadi Trojan perbankan dengan penyebaran paling luas.

Berdasarkan penelitian Kaspersky Lab, program ini terlibat dalam 198.200 serangan malware terhadap nasabah perbankan online.

“Sekitar 82.300 orang diserang oleh Trojan-Banker.Win32.ChePro dan Trojan-Banker.Win32.Lohmys. Keduanya adalah program berbahaya yang terutama menyebar melalui e-mail spam dengan subyek ‘biaya internetbank’,” kata dia.

Cara lain untuk mencuri data perbankan yaitu dengan serangan phishing. Selama periode laporan, solusi Kaspersky Lab memblokir 21,5 juta serangan phishing dan hampir 10% serangan (sekitar 2 juta) menyasar data kartu bank pengguna. (Abdul Aziz)

Editor: Achmad Adhito

BACA JUGA:   Bank Mandiri Kantongi US$ 500 Juta dari Global Bond
Tags: malwareperbankan
Previous Post

Hari Ini, BTPN Bayar Bunga Obligasi Rp 15 Miliar

Next Post

Layani Pemudik, Pertamina Siapkan 3.800 SPBU Pertamax

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR