Jakarta, TopBusiness – Direktur PDAM Tirta Dharma Kabupaten Lamandau (Kalimantan Tengah), Ahmad Saiful Anwar, mengatakan bahwa pihaknya terus menurunkan tingkat kebocoran air. Tahun 2018, tingkat kebocoran ada di 21,96 persen.”Sedangkan di 2017, angka itu masih di 25,94 persen,” kata Saiful di Jakarta hari ini kepada Dewan Juri Top BUMD 2019.
Dijelaskannya, untuk tahun 2016, angka kebocoran di 30,69 persen. Sedangkan tahun 2015 dan 2014, masing-masing 26,64 persen dan 28,53 persen.
Saiful pun mengatakan, kebocoran pun bisa muncul dari hal tertentu seperti proyek konstruksi jalan. “Karena tentunya pelanggan ingin kebocoran dari situ diperbaiki secepatnya, maka kami yang menangani. Bukan pihak kontraktor proyek jalan,” kata dia.
Kata dia pula, tahun 2018 PDAM Lamandau membukukan kerugian Rp 551,17 juta. Angka tersebut lebih kecil daripada tahun 2017 yang Rp 758,24 juta.
“Nilai kerugian terus mengecil. Tahun 2015, kami masih rugi Rp 1,74 miliar,” ucap Syaiful.
Penulis: Adhito
