Jakarta, TopBusiness – Direktur Utama Bank Pasar Temanggung (Bapas Temanggung), Retno Nendra W., mengatakan di Jakarta hari ini bahwa dalam lima tahun terakhir, pihaknya memberikan setoran dividen secara signifikan kepada kas Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Temanggung, sebagai pemegang saham 100 persen.
“Misalnya saja, untuk tahun 2018, kami menyetor Rp 4,8 miliar ke kas daerah. Nilai tersebut hampir seperempat dari total modal disetor yang Rp 20 miliar,” kata Retno saat diwawancarai oleh Dewan Juri Top BUMD 2019.
Retno menjelaskan bahwa, untuk tahun 2017, setoran tersebut Rp 4,6 miliar. Untuk tahun 2016, 2015, dan 2014, masing-masing sebesar berikut: Rp 4,3 miliar; Rp 4,00 miliar; dan Rp 3,66 miliar.
“Maka, dapat kita lihat bahwa dalam 2014-2018, total setoran kami ke kas daerah kira-kira sama dengan nilai modal disetor yang Rp 20 miliar,” dia menambahkan.
Untuk tahun 2018, aset Bapas Temanggung senilai Rp 359,12 miliar. Angka ini naik daripada di tahun 2017 dan 2016 yang masing-masing senilai Rp 316,94 miliar serta Rp 292,21 miliar.
Adapun laba sebelum pajak tahun 2018 di Rp 11,63 miliar. Itu naik 4,15 persen ketimbang tahun 2017 yang senilai Rp 11,19 miliar.
Masih menurut Retno, DPK (dana pihak ketiga) di tahun 2018 nilainya Rp 309,86 miliar. Ini 14,02 persen lebih tinggi ketimbang tahun 2017.
Sedangkan kredit disalurkan, di tahun 2018 bernilai Rp 298,30 miliar. Maka lebih tinggi 11,31 persen ketimbang tahun 2017 yang di Rp 267,99 miliar.
“CAR kami 2018 di 22,53 persen. Lebih baik daripada 2017 yang 22,34 persen,” kata Retno.
Dijelaskan juga, porsi kredit produktif di 2018 sebesar 35 persen. Pada tahun 2019 ini, porsi itu akan didorong ke kisaran 50 persen (Adhito)
