Jakarta, TopBusiness – Direktur Utama PT BPR Kotabaru Perseroda, Kalimantan Selata, Slamet Suseno Hadi, mengatakan di Jakarta hari ini bahwa pihaknya memandang kredit mikro sebagai andalan. Dan dalam kredit mikro itu, pihaknya terus melancarkan strategi mengurangi rentenir.
“Satu hal yang perlu diperhatikan, rentenir bisa meminjamkan dana dengan cepat. Maka, kami memerhatikan percepatan prosedur pemberian kredit,” ucap Slamet saat diwawancarai oleh Dewan Juri Top BUMD 2019.
Slamet mengatakan bahwa nasabah pun sering kali tidak memerhatikan tingkat bunga tinggi yang ditawarkan rentenir. “Yang terpenting, dana yang diperlukan harus ada di hari yang sama juga,” kata dia.
Slamet menjelaskan pula bahwa untuk menyalurkan kredit ke pedagang pasar, BPR Kotabaru akan bekerja sama dengan pengelola pasar. Itu untuk menyeleksi mana pedagang musiman ataupun yang tidak.
Sementara, dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasi BPR Kotabaru, Erllyn Faulinda, mengatakan bahwa pihaknya pada tahun 2018 mendapatkan laba senilai Rp 290,79 juta. Sedangkan di tahun 2017, angka tersebut di Rp 365,86 juta.
“Kami berdiri di tahun 2012. Dan selama 1,5 tahun pertama, masih rugi. Namun, setelah itu selalu mencatatkan laba,” kata Erllyn.
Untuk aset, pada tahun 2018 senilai Rp 9,43 miliar. Sedangkan untuk tahun 2017 dan 2016, masing-masing senilai Rp 9,00 miliar dan Rp 5,2 miliar.
“Kami ingin berkontribusi ke Kotabaru. Dengan cara menumbuhkan ekonomi kerakyatan,” kata dia.
Penulis: Adhito
