TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bank Riau Kepri, Bertumbuh di Atas Rata-Rata Regional

Nurdian Akhmad
8 April 2019 | 17:03
rubrik: BUMD
Bank Riau Kepri, Bertumbuh di Atas Rata-Rata Regional

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pertumbuhan ekonomi Sumatera pada tahun 2018 dicatat relatif lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi Nasional. Demikian juga pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau, yang dicatat relatif lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi Sumatera. Kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan Bank Riau Kepri terpengaruh atas kecilnya pertumbuhan yang ada, karena kegiatan operasional dan bisnis terbesar mereka, berada di Propinsi Riau.

Namun bukan Bank Riau Kepri, jika tidak bisa tampil lebih prima. Dalam pertumbuhan asset misalnya, Bank Riau Kepri tetap mampu tumbuh relatif lebih tinggi dibandingkan Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau. Dalam Triwulan 4, tingkat pertumbuhan asset Bank Riau Kepri tahun 2017 secara yoy dicatat sebesar 7,97%. Sementara itu Provinsi Riau dicatat sebesar 4,03%, dan Provinsi Kepulauan Riau sebesar 3,44%. Dan secara keseluruhan asset Bank Riau Kepri tahun 2017 adalah Rp25,493 miliar. Pada tahun 2018, aset ini kembali meningkat menjadi Rp27,524 miliar, naik 7,97% atau sebesar Rp2,032 miliar.

 

Bukukan Kinerja Positif

 Bank yang juga memiliki UUS ini, secara keseluruhan dicatat membukukan trend positif dalam kinerja yang dilakukannya. Dalam penyaluran kredit misalnya, secara yoy dicatat adanya pertumbuhan. Jika dalam tahun 2016 dicatat sebesar Rp15,084 miliar, tahun 2017 naik menjadi Rp15,546 miliar, dan tahun 2018 naik menjadi Rp16,633 miliar.

Sementara itu penghimpunan Dana Pihak Ketiga juga dicatat naik secara yoy. Tahun 2016 dicatat sebesar Rp12,049 miliar, pada tahun 2017 naik menjadi Rp16,520 miliar, dan tahun 2018 naik menjadi Rp16,964 miliar. Kenaikan tahun 2018 dicatat masih unaudited.

Sementara itu laba perusahaan dicatat mengalami penurunan pada tahun 2018. Jika tahun 2016 laba yang diraih sebesar Rp453 miliar, tahun 2017 menjadi Rp454 miliar, dan tahun 2018 dicatat turun menjadi Rp344 miliar. Penurunan laba Bank Riau Kepri tahun 2018 ini tidak sendiri, penurunan ini sejalan dengan penurunan laba yang juga dialami oleh Bank Buku 2 secara nasional pada tahun 2018 sebesar -10,42%.

BACA JUGA:   Perumdam Tirta Saiyo Menuju Pelayanan Prima dan Cetak Laba di 2026

Kinerja Bank Riau Kepri khususnya NPL juga menunjukkan trend positif, karena semakin mengecil. Ini berarti kredit bermasalah sudah dapat ditekan atau diminimalisasi. NPL nominal dicatat turun dari tahun 2016 sebesar Rp628 miliar menjadi Rp609 miliar tahun 2017 dan menjadi Rp494 miliar tahun 2018. Atau secara gross 4,16% tahun 2016 menjadi 3,92% tahun 2017, dan menjadi 2,97% tahun 2018.

Sementara itu BOPO tahun 2018 Bank Riau Kepri dicatat lebih baik dari BOPO Bank BUKU 2 di tahun yang sama. Yaitu 79,29% dibandingkan 86,21%. Angka tersebut menunjukkan Bank Riau Kepri relatif lebih efisien. Jumlah nasabah juga naik secara yoy. Jika tahun 2015 dicatat sebesar 820.960 tahun 2016 meningkat menjadi 943.336. Tahun 2017 meningkat menjadi 977.524 dan tahun 2018 meningkat menjadi 1.024.424. Rata-rata pertumbuhan nasabah 2015-2018 adalah sebesar 7,78%.

Untuk Unit Usaha Syariah Bank Riau Kepri sendiri, juga dicatat memiliki kinerja yang sangat positif.  Seperti diantaranya asset dari Rp2,329 miliar tahun 2017 menjadi Rp2,650 miliar tahun 2018. Terjadi peningkatan sebesar 13,78%. Sementara itu laba dari Rp31.33 miliar tahun 2017 menjadi Rp44.83 miliar tahun 2018, atau meningkat 43,10%.

 

Berawal dari Terobosan yang Dilakukan

Menurut Direktur Utama PT Bank Riau Kepri Dr. Irvandi Gustari SE, MBA, dalam acara penjurian TOP BUMD 2019 beberapa waktu lalu, raihan yang diperoleh Bank Riau Kepri tersebut, dapat terjadi karena adanya terobosan yang dilakukannya. Baik terobosan terkait bidang manajemen kinerja, bidang human capital, bidang bisnis dan pemasaran, serta terkait GRC.

“Terobosan itu kami lakukan karena persaingan perbankan sangat ketat. Selain itu untuk mengakselerasi dengan visi dan misi yang ada agar dapat terealisasi di lapangan. Tanpa terobosan baru untuk bertahan saja akan sulit apalagi berkembang. Karena itu terobosan dan inisiatif kini telah menjadi sebuah budaya yang terus dikembangkan di Bank Riau Kepri”, kata Irvandi Gustari.

BACA JUGA:   Ekonomi Regional Dorong Performa Bank Boyolali

Salah satu terobosan yang dilakukan menurut Irvandi Gustari dalam GRC yang mampu mengangkat kinerja adalah diterapkannya aplikasi Whistle Blowing System (WBS) dan Aplikasi APU PPT/GRIPS. Dengan sistem WBS tersebut, pelanggaran yang berhubungan dengan tindakan fraud pelanggaran terhadap kode etik yang dilakukan insan Bank Riau Kepri dapat segera terpantau. Sementara itu Aplikasi APU PPT/GRIPS adalah untuk memantau transaksi keuangan di luar profil dari nasabah beresiko tinggi dalam rangka identifikasi transaksi keuangan mencurigakan. Sistem dan aplikasi tersebut mampu mengurangi resiko perbankan yang ada.

 

Menuju Menjadi Bank Umum Syariah

Menurut Irvandi Gustari kembali, karena keinginan pemilik modal, Bank Riau Kepri kini menuju menjadi Bank Umum Syariah. Tidak sekedar hanya menghadirkan UUS semata. Karena itu pihaknya kini tengah mempersiapkan segalanya, agar terwujud Bank Umum Syariah sesuai yang diinginkan.

“Kami kini terus memastikan agar konversi Bank Riau Kepri menjadi Bank Umum Syariah dapat berjalan sesuai rencana. Hal ini karena banyak investasi yang belum akomodatif dengan Bank Umum Syariah. Kami tidak ingin begitu konversi ada penurunan kinerja yang ada”, kata Irvandi Gustari.

Sekalipun ia menyadari jika nantinya tidak akan duduk di Bank Umum Syariah, karena duduk dalam Bank Umum Syariah harus memiliki kualifikasi tertentu, namun ia tetap bangga jika konversi yang dilakukannya nanti berhasil. “Kami akan selalu memberikan yang terbaik bagi Bank Riau Kepri,” kata Irvandi Gustari.

  Penulis: Irawan Djoko Nugroho

Tags: bank riau kepri
Previous Post

Ini Posisi Cadangan Devisa RI Hingga Akhir Maret 2019

Next Post

Askrindo Syariah Bidik Laba Rp 40 Miliar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR