TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Perumdam Tirta Saiyo Menuju Pelayanan Prima dan Cetak Laba di 2026

Fauzi
13 February 2026 | 14:08
rubrik: BUMD, Event
Perumdam Tirta Saiyo Menuju Pelayanan Prima dan Cetak Laba di 2026

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Perumda Air Minum Tirta Saiyo Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat telah melewati sesi penjurian TOP BUMD Awards 2026, seiring perusahaan yang menjadi salah satu finalis ajang penghargaan bergengsi untuk BUMD yang diselenggarakan Majalah TopBusiness.

Pada sesi penjurian ini, Perumdam Tirta Saiyo menegaskan komitmennya untuk bertransformasi menuju pelayanan prima. Hal tersebut tertuang dalam tema yang diangkat pada sesi penjurian yang digelar secara daring ini.

“Untuk tema yang kami angkat pada sesi penjurian ini adalah Perumda Air Minum Tirta Saiyo menuju pelayanan prima,” ujar Direktur Perumda Air Minum Tirta Saiyo, Deddy Eka Putra, S.E. mengawali paparannya di hadapan dewan juri, Jumat (13/2/2026).

Tema tersebut diangkat sebagai refleksi atas upaya perbaikan yang sedang dijalankan manajemen.

Perumda Air Minum Tirta Saiyo didirikan pada 1989. Deddy sendiri dilantik sebagai direktur pada 27 Agustus 2024. “Saya dilantik jadi Direktur Perumda ini tanggal 27 Agustus 2024, jadi baru seumur jagung, satu tahun setengah,” katanya.

Strategi Bisnis

Sebagai BUMD berbentuk Perumda dengan orientasi 70 persen pelayanan publik dan 30 persen laba, Tirta Saiyo mengusung visi menjadi perusahaan pengelola air bersih yang unggul dan berdaya saing di Kabupaten Pasaman.

Misinya menitikberatkan pada komitmen suplai air bersih yang memenuhi aspek kuantitas, kualitas, dan kontinuitas, sekaligus peningkatan kualitas SDM yang loyal dan berdedikasi bagi kemajuan perusahaan.

Dalam strategi bisnis, manajemen menekankan penguatan branding melalui pemasaran konten digital dan media sosial, diferensiasi layanan, inovasi berkelanjutan, serta efisiensi biaya operasional.

“Strategi bisnis kita sama dengan perusahaan-perusahaan lain, membangun branding yang kuat dengan menggunakan pemasaran konten melalui media sosial. Diferensiasinya menciptakan nilai yang unik agar berbeda dari pesaing,” jelas Deddy.

BACA JUGA:   BPR Penataran Paparkan Transformasi Layanan di TOP BUMD Awards 2026

Kinerja

Dari sisi kesehatan perusahaan, kinerja Perumda dinilai “Sehat” berdasarkan kriteria BPPSPAM dengan skor 2,87 pada 2024, meski menurun dari 3,05 pada 2023. Penilaian Permendagri Nomor 47 Tahun 1999 menempatkan perusahaan pada klasifikasi “Cukup” dengan nilai 56,28.

Beberapa tantangan yang masih dihadapi antara lain belum maksimalnya perolehan laba, rendahnya cakupan pelayanan, banyaknya water meter rusak atau belum ditera, kualitas air yang belum sepenuhnya memenuhi standar, serta tingkat kehilangan air (NRW) akibat kebocoran.

Secara historis, kondisi perusahaan sejak 2017 tergolong sehat, kecuali pada 2021 yang sempat kurang sehat. Tahun 2020, 2023, dan 2024 kembali dalam kondisi sehat dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian.

Namun secara keuangan, perusahaan masih membukukan kerugian. Tahun 2024, rugi tercatat Rp2,1 miliar, membaik dibandingkan 2023 yang mencapai Rp2,4 miliar. Tahun 2025 kerugian ditekan menjadi Rp900 juta.

“Sampai hari ini Tirta Saiyo masih rugi, tapi dibandingkan tahun 2023 terjadi penurunan. Target tahun 2026 ini, Desember kita targetkan untung di angka Rp850 juta,” tegas Deddy.

Pendapatan perusahaan justru meningkat dari Rp14,7 miliar menjadi Rp15,9 miliar pada periode 2024–2025. Jumlah pelanggan saat ini tercatat 20.271, meski mengalami penurunan akibat penertiban pelanggan menunggak.

“Kalau tidak mampu bayar kita langsung melakukan pemutusan,” ujarnya.

Saldo kas akhir 2024 tercatat Rp1,7 miliar, turun dari Rp2,6 miliar pada 2023. Sementara aktiva perusahaan turun Rp3,26 miliar akibat penyusutan aset tetap.

Tingkatkan Layanan

Hasil survei terhadap 400 pelanggan di 10 unit pelayanan menunjukkan kontinuitas distribusi air berada di angka 64,25 persen, kecukupan air 64,25 persen, kualitas air 57,25 persen, harga air 69,75 persen, penanganan pengaduan 68,25 persen, dan pencatatan meter 74,50 persen.

BACA JUGA:   Kemendagri Dorong BUMD Capai Full Cost Recovery dan Margin Laba 10 Persen

“Penanganan pengaduan secara umum jauh meningkat dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu hanya 50 persen, sekarang 68,25 persen,” kata Deddy.

Sejumlah terobosan dilakukan, antara lain optimalisasi jaringan distribusi di Unit Lubuk Sikaping hingga mampu melayani 24 jam, pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk percepatan pengaduan teknis, suplai air melalui mobil tangki saat bencana atau kemarau, serta penggantian 1.035 unit water meter sesuai rekomendasi BPKP.

Perusahaan juga memberikan reward kepada pelanggan tanpa tunggakan berupa sepeda motor listrik, mesin cuci, televisi LED, dan kompor gas.

Digitalisasi

Transformasi digital menjadi pilar penting pembenahan. Untuk internal, perusahaan menggunakan aplikasi Bimasakti sejak 2016 yang mencakup database pegawai dan pelanggan, billing, hingga baca meter.

“Software ini digunakan dalam setiap aspek Perumda mulai dari umum dan keuangan serta pelayanan pelanggan,” jelasnya.

Untuk eksternal, aplikasi PDAM Info yang diluncurkan 2020 memungkinkan pembayaran dan pengecekan tagihan secara online melalui QRIS, BRIMO, GoPay, ShopeePay, dan platform lainnya.

“Pembayaran online bisa dari rumah tanpa harus datang ke kantor,” ujarnya.

Di bidang human capital, perusahaan mengembangkan aplikasi database pelanggan berbasis foto rumah, titik koordinat, dan klasifikasi pelanggan, serta aplikasi penagihan terintegrasi dengan laporan harian personel.

Sistem manajemen kinerja berbasis KPI diterapkan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, independensi, dan fairness. Pegawai dengan KPI tinggi mendapat reward, sedangkan pelanggaran dikenai punishment.

Kontribusi

Meski belum pernah menyetorkan dividen dalam bentuk kas sejak berdiri pada 1989, Perumda berkontribusi melalui pajak daerah, penyediaan infrastruktur air bersih, serta penyerapan tenaga kerja lokal.

“Tapi sampai hari ini sejak didirikan tahun 1989, Perumda Air Minum Tirta Saiyo ini belum memberikan kontribusi setoran dalam bentuk uang kas,” ungkap Deddy.

BACA JUGA:   Bangkit dari Status “Sakit” hingga Cetak Laba, Perumdam Minahasa Utara Kandidat Peraih TOP BUMD Awards 2026

Dalam pembangunan berkelanjutan, perusahaan menjaga catchment area sumber air, menekan NRW, serta membentuk tim penanganan krisis air saat kemarau.

Pengawasan dilakukan melalui evaluasi KPM dan Dewan Pengawas, tindak lanjut rekomendasi BPK, serta penerapan prinsip Good Corporate Governance.

Prestasi

Sejumlah penghargaan pernah diraih, antara lain opini WTP dari BPK RI (2012), sertifikat pembayaran pajak badan terbesar ke-5 di Kabupaten Pasaman (2018), penghargaan BPJS Kesehatan atas kepesertaan 100 persen karyawan dalam JKN-KIS (2022), serta penghargaan perusahaan berpartisipasi aktif cabang Pasaman Lubuk Sikaping (2024).

Ke depan, manajemen menargetkan peningkatan cakupan layanan, penurunan kehilangan air, penguatan tata kelola, serta keberhasilan transformasi digital sebagai model yang layak direkomendasikan bagi BUMD lain.

“Kita ingin memperkuat tata kelola dan transparansi, optimalisasi sumber air berkelanjutan, serta transformasi digital layanan pelanggan,” tutup Deddy.

Tags: Perumdam Tirta SaiyoTOP BUMD Awards 2026
Previous Post

Membalikkan Krisis Menjadi Prestasi, Transformasi BPR BKK Wonosobo Berbuah Kinerja Gemilang

Next Post

PGE Dukung Proyek Green Terminal Tanjung Sekong

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR