Jakarta, TopBusiness – Hingga bulan Februari 2019, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berhasil mencetak aset sebesar Rp 298,3 triliun. Kendati dari segi aset BTN paling kecil, pertumbuhan bank spesialis kredit perumahan ini justru jadi yang paling tinggi yakni mencapai 17,14 persen dari bulan Februari 2018 yang sebesar Rp 254,64 triliun.
Pertumbuhan ini terus berlanjut hingga ke akhir Maret 2019. Direktur Resiko, Strategi dan Kepatuhan BTN Mahelan Prabantarikso mengatakan per Maret 2019 aset BTN tumbuh hingga mencapai Rp 301 triliun.
Bila dibandingkan dengan pencapaian akhir Maret 2018 lalu yang mencapai Rp 258,73 triliun artinya di kuartal I 2019 total aset BTN melesat 16,33% yoy. Dus, pencapaian ini pun melebihi target yang dipatok perseroan di awal tahun yakni di kisaran 15%.
Bank yang merupakan anggota indeks Kompas100 ini mengatakan kenaikan tersebut sangat wajar lantaran pertumbuhannya ditopang oleh kenaikan aset yang tak kalah tinggi.
“Pertumbuhan tersebut lebih ditopang dari sisi bisnis kredit yang berhasil tumbuh di atas 19%,” kata dia di Jakarta, Senin (8/4).
Memang, bila melihat laporan keuangan bulan Februari 2019 lalu, realisasi kredit dan pembiayaan BTN melesat naik 20,53% yoy dari Rp 197,44 triliun menjadi Rp 237,98 triliun. Lagi-lagi jauh lebih tinggi dari ekspektasi perusahaan yang diproyeksikan bakal tumbuh 15%.
