Jakarta TopBusiness – Kementerian kelautan dan perikanan atau KKP melakukan safari kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dan Karantina (Gemasatukata) di Jawa Timur.
Dalam safari kampanye, melalui siara pers di Jakarta, hari ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyapa masyarakat Kota Santri, Tasikmalaya dan Kab. Tasikmalaya-Jawa Barat di tiga pondok pesantren (Ponpes).
Dia menjelaskan soal manfaat mengonsumsi ikan. Selanjutnya, memberikan ikan mackerel konsumsi kepada para santri dan masyarakat agar dapat menikmati.
Kota dan Kab. Tasikmalaya tak mempunyai laut pantai, sehingga biasanya hanya mengonsumsi ikan air tawar hasil budidaya.
Sadar akan hal tersebut, Susi menyatakan bahwa ikan air laut maupun tawar mempunyai kandungan gizi yang sama-sama baik bagi tubuh. “Kandungan gizi ikan laut dan air tawar sama saja. Tidak ada bedanya,” katanya.
Dalam kunjungan kerja, Susi dan rombongan pun menyerahkan bantuan berupa 1 ton ikan konsumsi, 12 lubang budidaya sistem bioflok, 100.000 ekor benih nila, dan 1 ton pakan mandiri.
Selanjutnya, KKP menyerahkan bantuan 1 ton ikan konsumsi, 24 lubang budidaya sistem bioflok, 100.000 ekor benih ikan nila dan 1 ton pakan mandiri di Ponpes Suryalaya.
Bantuan sarana budidaya lengkap dengan bibit dan pakan sengaja diberikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi santri di masing-masing Ponpes.
Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, dia berharap agar hasil budidaya yang ditekuni dapat berlebih untuk dijual.
Penulis : Agus H
