TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Perdagangan RI Selama Maret 2019 Surplus US$ 540 Juta

Nurdian Akhmad
15 April 2019 | 13:31
rubrik: Ekonomi
Ekonomi Indonesia Kuartal I 2018 Membaik

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, nilai ekspor Indonesia Maret 2019 tercatat US$ 14,03 miliar atau naik 11,71 persen dibandingkan Februari 2019. Dengan demikian, neraca perdagangan RI selama Maret 2019 mengalami surplus US$ 540 juta.

“Jadi nilai ekspor Maret 2019 adalah sebesar US$ 14,03 miliar. Kalau dibandingkan dengan posisi bulan Februari 2019 nilai ekspor bulan ini naik sebesar 11,71 persen,” ujarKepala BPS Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (15/10).

Menurut Suhariyanto, peningkatan ekspor pada Maret 2019 ini dipicu adanya kinerja ekspor non migas yang naik sebesar 13 persen. Sementara ekspor migas pada Maret 2019 turun 1,57 persen.

Sedangkan secara year on year kinerja ekspor Indonesia turun tipis sebesar 1,57 persen. Pada Maret 2018, ekspor Indonesia tercatat US$ 15,59 miliar. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-Maret 2019 mencapai US$ 40,51 miliar atau turun 8,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara nilai impor Indonesia pada Maret 2019 mencapai US$ 13,49 miliar atau naik 10,31 persen dibanding Februari 2019.

“Peningkatan impor terjadi karena peningkatan impor non migas. Sementara impor migas turun 2,7 persen,” ujarnya.

Jika dibandingkan Maret 2018 (yoy) kinerja impor bulan ini tercatat turun sebesar 6,76 persen. Secara kumulatif Januari-Maret 2019 impor tercatat US$ 40,70 miliar, nilai ini turun 7,40 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Neraca perdagangan Maret 2019 mengalami surplus US$ 540 juta. Surplus ini berasal dari surplus non migas,” ujar dia.

BACA JUGA:   April 2015, Kunjungan Wisman ke Indonesia Merosot
Tags: bpsneraca perdagangan
Previous Post

Tahun 2018 Kementerian PUPR Bedah Rumah 11.327 Unit

Next Post

Pacu Dana Murah, BRI Agro Jalin Sinergi dengan Dapenbun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR