TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Gubernur BI Imbau Capres Tunggu Penghitungan KPU

Nurdian Akhmad
11 July 2014 | 17:10
rubrik: Ekonomi
Gedung Bank Indonesia (Dhit/BusinessNews)
Gedung Bank Indonesia (Dhit/BusinessNews)

Jakarta, businessnews.id — Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo, mengharapkan dua pasangan calon presiden menunggu hasil Penghitungan resmi KPU (Komisi Pemilihan Umum) di tanggal 22 Juli 2014. “Sehingga menimbulkan optimisme ekonomi dalam negeri,” kata dia di Jakarta hari ini.

“Kami sambut baik hasil Pilpres (Pemilihan Presiden), dan kedua calon sama-sama sepakat menunggu 22 Juli, itu juga suatu keputusan yang baik,” kata Agus.

Keputusan menunggu hasil rekapitulasi KPU itu menunjukkan, Pilpres ini bisa berjalan dengan aman dan damai sehingga berdampak ke optimisme ekonomi indonesia.

“Bahkan rating agency internasional telah mengingatkan Indonesia agar ada stabilitasi ekonomi, moneter, dan tentunya presiden yang terpilih bisa melanjutkan reformasi struktural yang menjadi target jangka menengah itu,“ terang dia.

Berjalannya Pilpres dengan baik, tambah Agus, telah berimbas pada penguatan Rupiah sehari lalu. “Secara umum nilai tukar Rupiah ada penguatan, ini pasti karena menyambut baik Pilpres yang berjalan dengan baik,” terang dia.

Namun secara fundamental ekonomi, perbaikan masih perlu dilakukan melalui reformasi struktural, dan mengatasi transaksi berjalan akibat konsumsi terlalu banyak dalam BBM (bahan bakar minyak)  subsidi.

Juni Defisit Lagi

Agus pun memerkirakan, defisit neraca perdagangan akan terjadi lagi. Sebab, ada faktor musiman dan menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1415 Hijriah.

“Kalau lihat dari perdagangan bulan Juni, mungkin kembali defsit. Itu terkait kondisi persiapan Lebaran yang cukup besar dalam impor kita.”

Ia menambahkan, kondisi neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan Indonesia harus menjadi perhatian. Sebab, di kuartal kedua kondisinya seperti pola musiman dan akan ada tekanan.

“Untuk itu kita harus terus melakukan reformasi struktural, “ terang dia. (Abdul Aziz)

BACA JUGA:   Industri Hulu Migas serius Tekan Penurunan Emisi Karbon

Editor: Achmad Adhito

Previous Post

Pasca-KPU Umumkan Presiden Terpilih, IPO Meningkat

Next Post

Kini Lembaga Keuangan Mikro Diurus OJK dan 2 Kementerian

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR