Jakarta TopBusiness – Persiapan menghadapi bulan suci Ramadan dan Lebaran 2019, pemerintah yang dimotori kementerian koordinator bidang ekonomi bergerak antisipatif dengan bekerja sama dengan pihak terkait, salah satunya, dengan BPH Migas.
Dari laman ekon.go.id, di Jakarta, baru-baru ini, terlihat kementerian koordinator bidang perekonomian duduk bersama dengan sejumlah kementerian/lembaga, seperti, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan perwakilan kementerian/lembaga terkait.
Sehubungan dengan hal itu, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), M Fanshurullah Asa menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk tahun 2019 ini.
Posko nasional tersebut yang akan berkoordinasi dengan stakeholders bidang Energi dan berkomunikasi dengan petugas lapangan dan badan usaha. Tidak hanya itu, Posko nasional ini lah yang akan memonitoring lapangan, baik sebelum maupun sesudah Idul Fitri 2019, di wilayah rawan kemacetan, wilayah rawan pasokan, monitoring obvitnas dan wilayah rawan bencana, serta monitoring berita dari berbagai sumber yang kredibel.
Kepala BPH Migas juga melaporkan, stok BBM masih dalam batas aman dan terkendali. Premium memiliki ketahanan stok (27 hari), Pertalite (21 hari), Pertamax (20 hari), Pertamax Turbo (38 hari), Solar/Bio (24 hari), Pertamina Dex (47 hari), Avtur (28 hari). Sementara itu, stok LPG normal, 363 ribu Metric Ton yang mampu memenuhi kebutuhan untuk 18 hari.
“Secara keseluruhan, kesiapan sektor ESDM aman dan terkendali. Mulai dari stok BBM Pertamina dan badan usaha lain, stok LPG, maupun kondisi kelistrikan,” tutur Kepala BPH Migas.
Penulis : Agus H
