
Jakarta, businessnews.id — Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Nurhaida menginginkan pasar modal Indonesia bisa menandingi perkembangan pasar modal di negara Asean lain seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand.
Hal itu bisa terwujud jika akses masyarakat ke industri pasar modal bisa dipermudah. “Pengemudi taksi di Singapura, di pagi hari, sambil menunggu penumpang masih bisa mengakses rekening efek dan dana melalui telepon genggam,” kata dia di Jakarta hari ini.
Kemudahan akses industri pasar modal, tambah dia, menjadi salah satu tujuan pengembangan infrastruktur pasar modal Indonesia. Salah satunya melalui co-branding Kartu ATM Permata dan Akses KSEI (PT Kustodian Sentral Efek Indonesia) yang di luncurkan pada hari ini.
Dengan layanan di atas, para investor dan calon investor pasar modal yang berada di daerah luar Pulau Jawa bisa memanfaatkan layanan tersebut, khususnya pemegang kartu ATM Permata. “Kami menyambut baik Bank Permata sebagai pelopor co-branding kartu ATM dan Akses KSEI,” tambah dia.
Ia berharap, ke depan, akan semakin banyak bank yang mengikuti langkah Bank Permata.
Dengan memudahkan akses masyarakat ke industri pasar modal, ia berharap akan ada 3 juta investor pasar modal; kini ada 408.000 rekening nasabah investor pasar modal.
Sementara Direktur Utama KSEI Heri Sunaryadi menyatakan, dalam waktu tak terlama, satu lagi bank pembayaran melakukan hal serupa. “Paling tidak, usai Lebaran, akan ada kick off meeting, dan November akan launching, “ terang dia.
Ia enggan menyebutkan nama bank itu. (Abdul Aziz)
Editor: Achmad Adhito