Jakarta, TopBusiness – Inflasi terkait Ramadan dan Idul Fitri pada tahun 2019 ini, bisa menumpuk di Mei. Sebab, tahun ini, puasa dimulai di awal Mei, serta Lebaran di awal Juni. Semua terjadi pada awal bulan.
“Jadi, hal itu berbeda dengan tahun 2017. Di situ, awal puasa ada di pertengahan bulan. Lebaran pun di tengah bulan berikutnya. Sehingga, inflasi menyebar untuk dua bulan,” kata Kepala Badan Pusat Statistik RI (BPS), Suhariyanto, di Jakarta hari ini.
Suhariyanto pun menjelaskan bahwa tingkat inflasi untuk April 2019, ada di 0,44 persen. Adapun inflasi tahun kalender berjalan (Januari-April 2019) sebesar 0,80 persen. Untuk year on year April 2019 ke April 2018, besarnya 2,83 persen.
Kata Suhariyanto, “Dengan demikian, angkanya inflasinya masih terkendali.”
Untuk April 2019, 77 kota mengalami inflasi dan lima kota deflasi. Inflasi tertinggi di Medan sebesar 1,30 persen sementara terendah di Parepare di 0,03 persen.
Untuk deflasi, tertinggi di Manado dengan angka -1,27 persen. “Maumere mencatatkan deflasi terendah sebesar -0,04 persen,” kata Suhariyanto. (Adhito)
