Jakarta, TopBusiness – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) memastikan alokasi belanja modal (capital expanditure/capex) di tahun ini antara Rp300-350 miliar. Hal ini dilakukan untuk menopang bisnis perseroan agar lebih berkembang lagi.
Apalagi di kuartal I-2019 ini kinerja PRDA semakin positif. Tercatat pendapatan PRDA mengalami pertumbuhan sebesar 12,1 persen (year-on-year).
“Dan kami berharap, laba bersih di tahun ini mampu bertumbuh double hingga digit, sedangkan EBITDA ditargetkan meningkat minimal 50 basis points,” ungkap Direktur Utama PRDA, Dewi Muliaty di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (2/5/2019).
Sebagaimana diketahui, pada 2018 Prodia mampu mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 16,33 persen (yoy) menjadi Rp175,45 miliar, sedangkan pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp1,6 triliun atau bertumbuh 9,12 persen. Sementara itu, EBITDA 2018 meningkat 16,08 persen (yoy) menjadi Rp277,49 miliar.
“Makanya, capex ini untuk meraih target pertumbuhan bisnis di 2019, makanya capex dianggarkan sekitar Rp300 miliar-Rp350 miliar,” katanya.
Dana caoex masih berasal dari sisa penawaran ukum perdana saham (IPO) yang masih cukup membiayai capex. “Ada dana sisa IPO dan ada juga laba ditahan dari laba bersih 2018. Kami belum butuh dana tambahan dari luar kas,” ucapnya.
Untuk dana sisa hasil IPO itu, kata dia, mencapai Rp691,75 miliar yang ditempatkan di PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN). Total dana IPO secara keseluruhan mencapai Rp1,15 triliun dan yang sudah terpakai sebesar Rp456,87 miliar.
Dia menyebutkan, mayoritas capex tahun ini atau sebesar 60 persen akan digunakan untuk pengembangan outlet baru maupun relokasi dan renovasi outlet yang sudah ada. “Sebesar 16 persen untuk pengembangan laboratoriun dan teknologi informasi. Sebesar 14 persen untuk working capital,” ujarnya.
Pada 2018, emiten yang mengelola laboratorium dan klinik ini melayani pemeriksaan mencapai 15,9 juta layanan dan jumlah kunjungan mencapai 2,5 juta kali. Jumlah permintaan tes esoterik meningkat 9 persen menjadi 517 ribu tes.
Sehingga, pendapatan tes estorik di sepanjang 2018 meningkat 17,3 persen menjadi Rp254,86 miliar atau berkontribusi 15,9 persen terhadap pendapatan.
Lebih jauh dia menegaskan, terkait hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp87,73 miliar atau sebesar 50 persen dari laba bersih 2018 yang mencapai Rp175,45 miliar.
“RUPS Tahunan menyetujui penggunaan laba bersih 2018 untuk dividen sebesar Rp87,73 miliar atau setara dengan Rp93,57 per saham,” kata dia.
Penulis: Tomy
