TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kinerja Ciamik di 2018, Dividen KLBF Capai Rp 1,2 Triliun

Busthomi
23 May 2019 | 10:34
rubrik: Capital Market
Ada Ramadhan, Kalbe Farma Optimistis Penjualan Naik 7%

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memutuskan penebaran dividen tunai ke pemegang saham mencapai Rp1,22 triliun atau setara 50 persen dari laba bersih perseroan di 2018.

“RUPS Tahunan hari ini sudah menyetujui penggunaan laba bersih 2018. Kami akan membagikan dividen senilai Rp26 per saham atau sebesar Rp1,22 triliun,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan KLBF, Bernadus Karmin Winata di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Dia mengungkapkan, pada tahun ini Perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 6-8 persen (year-on-year), sedangkan di sepanjang kuartal I-2019 KLBF mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 7 persen.

“Kami menargetkan net margin sebelum pajak di sepanjang 2019 ini bisa bertumbuh sekitar 14,5-15,5 persen. Untuk mendukung target-target ini kami mengalokasikan (capex) belanja modal sekitar 1,2 triliun-Rp1,5 triliun,” kata Karmin.

Di tempat yang sama, Presiden Direktur KLBF, Vidjongtius mengatakan, tahun ini Perseroan akan meningkatkan kontribusi penjualan ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. “Rencana ini didukung oleh kebijakan pemerintah yang terus meningkatkan coverage peserta BPSJ,” imbuhnya.

Lebih lanjut Vidjongtius mengaku, sejauh ini ketersediaan produk KLBF akan masuk ke BPJS Kesehatan pada Semester II-2019. “Di sini kami berkompetisi dengan pemain lokal. Kami akan memilih produk yang sesuai dengan produk yang ada di kami,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, fokus KLBF juga ada pada peningkatan produksi produk bioteknologi melalui research n development (R&D). “Kami akan berkolaborasi dengan China dan Korea Selatan. Pabriknya sudah siap dan diharapkan tahun ini sudah commercial production dengan bahan baku lokal,” tutur Vidjongtius.

Vidjongtius menyebutkan, pengembangan produk bioteknologi merupakan keunggulan Perseroan. “Tidak semua pemain di Indonesia yang bermain di produk bioteknologi,” katanya sembari menyebutkan bahwa saat ini ada 160 perusahaan domestik dan sebanyak 30-40 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA).

BACA JUGA:   Dukung Anak Capai Potensi Maksimal dan Terhindar dari Risiko Stunting dengan Protein

“Pada tahun ini kami menempatkan Rp250 miliar-Rp300 miliar untuk research and development. Kami juga akan terus masuk ke herbal, terutama jahe merah. Kami menargetkan bisa memproduksi insulin paling lambat tahun 2021, sehingga kita tidak impor lagi,” paparnya.

Penulis: Tomy

Tags: kalbe farmaKLBF
Previous Post

RUPST Saratoga Putuskan Pembagian Dividen Rp 298,4 Miliar

Next Post

Semen Indonesia Bagi Dividen Rp 1,23 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR