Jakarta, TopBusiness – Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mempublikasikan bahwa sejalan dengan peningkatan ketidakpastian pasar global, pasar keuangan domestik melemah di Bulan Mei 2019.
Itu terjadi akibat peningkatan tensi perang dagang antara-Amerika dan China, yang menyebabkan semakin tertekannya di pasar keuangan global sejak awal Mei. Sehingga, mengakibatkan risk-off investor di pasar keuangan emerging markets, tak terkecuali Indonesia.
Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Manajemen Strategis Anto Prabowo, di Jakarta, dalam laman ojk.co.id, hari ini, menyatakan indeks harga saham gabungan atau IHSG meningkat 4,21% sepanjang Januari-April 2019, dengan net buy investor nonresiden di seluruh pasar mencapai Rp 65,24 triliun, dengan rincian net buy di pasar reguler sebesar Rp 6,62 triliun, dan pasar negosiasi dan tunai sebesar Rp 58,62 triliun. “Namun demikian, sejalan dengan naiknya ketidakpastian di pasar global, pasar keuangan melemah di Mei 2019.”
Investor nonresiden membukukan net sell sebesar Rp7,83 triliun mtd hingga 17 Mei 2019, yang mempengaruhi penurunan IHSG sebesar 9,7% mtd.
Sepanjang tahun ini (Januari – 17 Mei 2019), emiten berhasil menghimpun dana melalui pasar modal sebesar Rp 38,04 triliun, dengan jumlah emiten baru sebanyak 9 perusahaan (dari 9 IPO saham).
Penulis : Agus H
