Jakarta, TopBusiness – Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Tekmira Kementerian ESDM segera memasang Sistem Monitoring Bahaya Lingkungan dan Kegeologian (Simon Bageur) di perusahaan tambang Kalimantan Selatan, yakni PT Jorong Barutama Greston di empat titik, dan satu di PT Tanjung Alam Jaya.
Dalam laman esdm.go.id, Kepala Puslitbang Tekmira Hermansyah, di Jakarta, Senin, usai acara silaturahim dan halal bihalal mengungkap, sebelumnya para peneliti telah melakukan survei lokasi dan sejumlah parameter untuk pemasangan Simon Bageur, diantaranya, pengukuran tingkat keasaman (PH), total padatan tersuspensi (TSS), level dan debit air, cadmium (Cd), zat besi (Fe) dan mangan (Mn).
Simon bageur adalah sistem peringatan dini yang bekerja secara cepat, akurat dan actual terhadap bahaya lingkungan dan geologi di wilayah pertambangan, diantaranya, bahaya limbah cair, air asam tambang, banjir, pergerakan batuan dan longsor dan penduduk. Teknologi ini dapat melakukan pengukuran jarak jauh dan melaporkan hasil informasinya secara realtime kepada operator, sehingga membantu dalam pengambilan keputusan dan tindakan secara cepat dan akurat.
Inovasi ini merupakan adaptasi peralatan serupa yang telah dijual di pasaran, namun sistemnya dikembangkan agar lebih lengkap dan bekerja secara terpadu, dari baik dari segi pemantauan kualitas dan kuantitas air, klimatologi, meteorologi dan geofisika maupun bahaya kegeologian lainnya.
Penulis : Agus H
