Jakarta, TopBusiness – PT Hotel Fitra Internasional Tbk (FITT) secara resmi telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Perseroan menjadi emiten ke-13 di tahun ini dan ke-631 dari seluruh jumlah emiten.
FITT telah melepas sebanyak 220 juta saham ke publik melalui mekanisme penawaran perdana sahamĀ atau initial public offering (IPO).
Jumlah ini setara dengan 36,67 persen dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan. Dengan nilai nominal Rp100 per saham dan harga IPO sendiri ditetapkan Rp102 per saham.
“Hal itu berada di rentang tengah dari harga penawaran saat masa penawaran awal yakni antara Rp100 per saham sebagai harga terendah hingga harga tertinggi Rp105 per saham. Sehingga perseroan meraih dana IPO mencapai Rp22,40 miliar,” papar Direktur Utama FITT, Joni Rizal di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019).
Dari dana IPO ini, kata dia, sebesar 49 persen akan digunakan untuk mengakuisisi tambahan landbank atau bank tanah oleh anak usaha perseroan yakni PT Bumi Majalengka Permai (BMP), sebagai pengelola Hotel Fitra.
“Tanah tersebut yakni seluas 2.320 meter persegi di Jl. Siti Aminah, Majalengka Kulon, Kabupaten Majalengka, yang rencananya dimanfaatkan untuk convention hall,” ujarnya.
Kemudian sekitar 30 persen dana IPO digunakan untuk membangun convention hall. Adapun sisa dana IPO sekitar 21 persen akan digunakan sebagai modal kerja bagi BMP. Termasuk untuk pemeliharaan dan perawatan fasilitas, penyediaan perlengkapan hotel dan modal kerja.
“Convention hall itu berkapasitas 500 orang (theatre) dan 1.000 orang (standing). Target pembangunan dimulai pada Juli 2019 dan target operasional pada Oktober 2019. Saat ini tengah memfinalisasi desain dan penunjukkan kontraktor,” tegas dia.
Pada proses pencatatan perdana sendiri, saham FITT melonjak 69,61 persen ke posisi Rp173 per saham. Dengan frekuensi perdagangan sebanyak sekali dan volumenya 1 lot. Sedang nilai transaksi sebanyak Rp17.300.
Direktur FITT, Tomi Tris menambahkan, prospek bisnis perseroan yang baru didirikan pada 2014 itu ke depannya semakin positif seiring dengan kehadiran Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat.
“Karena penerbangan domestik melalui maskapai penerbangan terkemuka di Indonesia bakal tinggi. Belum lagi rencana direct flight wisata umroh haji dari Kertajati menuju Jeddah atau rute sebaliknya. Ini jelas menguntungkan kami. Apalagi hotel kami satu-satunya hotel berbintang di Majalengka,” kata dia dengan mengimbuhkan perseroan juga membagikan waran seri I sebanyak 132 juta.
Tomy
