TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Peringkat Utang Indofarma Turun Karena Kewajiban Ratusan Miliar

Nurdian Akhmad
22 July 2014 | 15:49
rubrik: Business Info
Ilustrasi/Istimewa
Ilustrasi/Istimewa

Jakarta, businessnews.id — PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat utang dan perusahaan PT Indofarma,Tbk. Penurunan peringkat tersebut dari idBBB menjadi idBBB, untuk periode 10 Juli 2014 sampai 1 Juli 2015.

Analis Pefindo Anis Setyaningrum menyatakan, penurunan itu karena kewajiban jangka pendek yang mencapai Rp 318,6 miliar. Sedangkan total kas hanya Rp 22,5 miliar.

Ia pun mengatakan, Indofarma berkewajiban melunasi MTN (medium term note) senilai Rp 120 miliar di 20 Desember 2014.

“Mereka punya banyak alternatif untuk melunasi kewajiban MTN pada tanggal 20 Desember 2014, melalui pembiayaan perbankan atau melalui refinancing MTN,“ kata dia.

Selain itu, kewajiban jangka pendeknya hingga tahun 2015 masih cukup besar dengan total Rp 318 Miliar. Jumlah itu sudah termasuk Rp 120 Miliar MTN, dan selain fasilitas pembiayaan perbankan lainnya.

Besar kewajiban jangka pendek tersebut tidak didukung dengan jumlah kas yang memadai. Sebab, per 31 Maret 2014, Indofarma hanya punya kas Rp 22,5 miliar itu.

Turunnya peringkat itu disebabkan penurunan margin profitabilitas yang menyebabkan perlindungan arus kas yang lemah, likuiditas yang ketat, dan risiko fluktuasi harga bahan baku.

“Di samping itu, terdapat faktor peningkatan gaji pegawai dan naiknya harga bahan baku,“ terang dia.

Sedangkan untuk faktor pendukung dalam peningkatan peringkat, yakni ada potensi pertumbuhan segmen obat generik.

“Di sini, berlakunya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) membuat Indofarma menguasai 16,7 persen pangsa pasar obat generik.” (Abdul Aziz)

Editor: Achmad Adhito

 

BACA JUGA:   Sampoerna Agro Kantongi Peringkat Stabil untuk Obligasi 2020 dan 2021
Tags: indofarmaperingkat utang
Previous Post

Minyak Pertamina Hulu Capai 40.300 Barel per Hari

Next Post

Peringkat Perusahaan Sektor Korporasi Turun, Sektor Keuangan Stabil

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR