Jakarta, TopBusiness – PT Bali Bintang Sejahter Tbk (BOLA) yang mengelola klub sepakbola Bali United akhirnya resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan berhasil melantai di bursa menjadi klub sepak bola pertama di Indonesia.
Saat proses listing, harga saham langsung menyentuh titik auto-rejection atas atau mengalami kenaikan sebesar 69,14 persen ke level Rp296 dari harga penawaran senilai Rp175 per saham.
Kenaikan harga saham di awal perdagangan tersebut ditopang oleh frekuensi transaksi sebanyak 20 kali dan volume transaksi sebanyak 1.295 lot, sehingga nilai transaksi tercatat Rp38,33 juta.
Emiten ke-14 di 2019 ini menunjuk PT Kresna Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Pada pelaksanaan IPO ini, Bali United melepas sebanyak dua miliar lembar saham ke publik atau setara dengan 33,33 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.
Sehingga, dana yang terhimpun dari aksi korporasi ini mencapai Rp350 miliar. Selama masa penawaran pada 10-12 Juni 2019 di Denpasar, saham BOLA mengalami oversubscribed sebanyak 110 kali dari porsi penjatahan. Komposisi investor ritel 41 persen dan sisanya merupakan pemegang saham institusi.
Sebanyak 60,5 persen dari dana hasil IPO akan dimanfaatkan sebagai modal kerja, srdangkan sisanya untuk investasi belanja modal dan modal kerja anak perusahaan.
“Dengan dilepasnya saham Bali United untuk umum, maka akan semakin banyak pihak yang bisa mendukung tercapainya visi dan misi Bali United dalam meraih sukses dengan terus berinovasi di bidang sepakbola maupun industri olahtaga dan hiburan,” ujar CEO Bali United, Yabes Tanuri di Jakarta, Senin (17/6/2019).
Pada akhir 2018, klub sepakbola pertama di Asia Tenggara yang go public ini mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 119,43 persen menjadi Rp115,2 miliar, sehingga laba bersih Perseroan di tahun lalu meningkat menjadi Rp5,52 miliar.
Saat ini BOLA memiliki beberapa entitas anak, yaitu PT Bali Boga Sejahtera, PT Kreasi Karya Bangsa, PT Radio Swara Bukit Bali Indah dan PT IOG Indonesia Sejahtera.
Sehingga, sejauh ini Perseroan memiliki sumber pendapatan yang beragam, seperti penjualan tiket, hak siar televisi, sponsor, penjualan merchandise, makanan dan minuman, playland, akademi, media, marketing agency dan e-sports.
Penulis: Tomy
