TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

CCSI Bergerak Datar di Perdagangan Perdana

Agus Haryanto
18 June 2019 | 11:40
rubrik: Capital Market
Ketika Asing Lebih Sedikit Namun Dominan di BEI

Sumber Ilustrasi: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Saham PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk (CCSI) saat transaksi perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Selasa (18/6/2019) hanya mampu menguat 30,4 persen ke level Rp326 dari harga pelaksanaan Rp250 per saham.

Kenaikan ini relatif datar padahal laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Miscellaneous Index berada di zona hijau.

Kenaikan harga saham CCSI di awal perdagangan tersebut di luar kebiasaan saham IPO yang dicatatkan perdana di BEI. Secara umum,  pada pencatatan perdana saham di BEI langsung menyentuh titik auto-rejection atas atau mengalami kenaikan maksimal di hari perdagangan.

Di awal transaksi hari ini, harga CCSI ditopang oleh frekuensi transaksi sebanyak 3 kali dengan volume transaksi sebanyak 2.030 lot, sehingga nilai transaksi senilai Rp66,98 miliar.

Meski mengalami kenaikan di awal perdagangan, namun saham emiten ke-15 ini berada dalam kecenderungan menurun ke level Rp304 atau hanya naik 21,6 persen.

Pada aksi korporasi ini, CCSI menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek atas saham IPO CCSI yang dilepas ke publik sebanyak 200 juta lembar. Sehingga, total nilai emisi CCSI pada penggalangan dana di pasar modal ini mencapai Rp50 miliar.

Berdasar keterangan media yang diterima, sebesar 93 persen dari dana hasil IPO akan digunakan CCSI untuk belanja modal (capex) dan sisanya untuk keperluan modal kerja terkait rencana Perseroan mengembangkan proyek fiber optic submarine cable (Proyek FO Submarine) yang akan dilaksanakan pada periode 2019-2020.

 

(Tomy)

BACA JUGA:   Pengembangan Energi Alternatif Hanya Butuh Dukungan Regulasi
Previous Post

BEI Siap Rilis Dua Indeks Baru untuk Genjot Transaksi ETF

Next Post

HK Metals Targetkan Pendapatan 2019 Bertumbuh Jadi Rp1,6 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR