Jakarta — Pengembangan energi alternatif di Indonesia saat ini hanya membutuhkan dukungan regulasi ataupun kebijakan yang memadai dari Pemerintah Indonesia. Dari segi teknis ataupun teknologi, ada beberapa jenis energi alternatif yang sangat bisa dikembangkan oleh pelaku bisnis di Indonesia. Demikian dikatakan oleh Direktur Hulu PT Pertamina, M. Husen, di Jakarta hari ini.
Memberikan sambutan dalam acara Pertamina Energy Outlook 2014, Husen mengatakan, energi alternatif harus benar-benar dikembangkan di Indonesia. “Energi panas bumi, itu kan sampai saat ini belum kita manfaatkan dengan maksimal,” kata dia.
Tingkat konsumsi energi yang terus naik membuat pengembangan energi alternatif semakin mutlak. Kini, karena harus mengimpor minyak, Pertamina pun terus membutuhkan USD. “Bank Mandiri dan BNI, itu tiap hari mencarikan USD untuk Pertamina terkait impor minyak,” ucap Husen.
Yang ironi, saat ini ladang minyak baru di Indonesia sudah tidak ada lagi. “Saya sering memikirkan, kalau kondisi saat ini berlanjut, entah apa yang terjadi sepuluh tahun lagi. Apakah anggaran negara kita kuat memikul beban subsidi bahan bakar? Sementara menemukan ladang minyak baru pun kita belum?” kata Husen pula. (DHIT)
