TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Suku Bunga BI Ditahan, Rupiah Kembali Menguat

Busthomi
21 June 2019 | 10:53
rubrik: Business Info
Kurs Rupiah Terkerek Kenaikan Peringkat Moody’s

ilustrasi perdagangan valas. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksikan berada di zona hijau. Kendati berada di tahap penguatan tipis.

Mengutip Bloomberg, Jumat (21/6/2019) pagi ini, rupiah dibuka di level Rp14.130 atau menguat 52 poin dari penutupan kemarin di tingkat Rp14.182. Bahkan dalam satu jam pertama laju mata uang Garuda itu kian perkasa bertengger di tangga Rp14.120 atau terapresiasi 0,44 persen alias 62 poin.

Menurut analis pasar uang dari Monex Investindo Futures, Faisyal dalam perdagangan hari ini, rupiah diprediksi menguat tipis. Namun menurut dia, meski rupiah di zona positif bukan terdampak kebijakan dalam negeri.

Padahal kemarin, lembaga otoritas moneter Bank Indonesia baru saja memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuannya BI 7 day report rate di level 6 persen.

“Laju rupiah ini mengambil momentum pelemahan USD setelah rilis suku bunga acuan BI. Tapi secara fundamental, (sentimen) dari dalam negeri belum kuat,” jelas Faisyal di Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Di perdagangan kemarin, mata uang NKRI juga ditutup positif. Mengutip Bloomberg, kemarin (20/6) rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,61% di level Rp 14.182 per USD. Sedang dalam kurs tengah BI, rupiah terkerek 0,24% menjadi Rp 14.236 per USD.

Meski begitu, dia sendiri menyebut sentimen dari dalam negeri masih kuat. Salah satunya, seperti yang disebutkan BI di RDG tersebut, bahwa BI akan menurunkan giro wajib minimum dengan penurunan sebesar 50 basis poin.

Kebijakan itu akan diberlakukan kepada bank umum 6% dan bank syariah 4,5% yang berlaku per 1 Juli mendatang.

Dengan kondisi tersebut, dia memproyeksi laju rupiah bakal di kisaran Rp 14.120-Rp 14.280 per USD sepanjang perdagangan hari ini.

BACA JUGA:   KKKS Diminta Terapkan AI di Eksploitasi untuk Mendukung Peningkatan Produksi

“Namun untuk pekan depan rentangnya bisa berada di level Rp14.100-Rp 14.300 per USD,” tandas Faisyal.

Penulis: Tomy

Tags: dolar ASrupiah
Previous Post

Kawasan Industri Dibangun

Next Post

Likuiditas Bank Diprediksi Naik Rp 25 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR