TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Likuiditas Bank Diprediksi Naik Rp 25 Triliun

Achmad Adhito
21 June 2019 | 10:54
rubrik: Business Info
Aset BNI Naik 17% ke Rp 631 Triliun

Gedung BNI/Uangpedia com

Jakarta, TopBusiness—Aturan penurunan GWM (giro wajib minimum) oleh Bank Indonesia diperkirakan berefek kepada likuiditas perbankan. Dalam hal ini, penurunan GWM sebesar 50 bps (basis poin) diperkirakan menambah likuiditas perbankan.

Penambahan itu sebesar Rp 25 triliun. Hal itu dijelaskan Tim Riset Samuel Sekuritas Indonesia, dalam riset harian yang dipublikasikan pagi tadi.

Kemudian, ada dipaparkan pula bahwa penurunan GWM itu berefek lain. Yakni, dapat sedikit membantu likuiditas perbankan.

Sehingga, mendorong pertumbuhan kredit perbankan.

Dijelaskan juga bahwa langkah Bank Indonesia memertahankan tingkat suku bunga BI Rate di 6%, merupakan hal yang tepat.

“Itu kebijakan yang tepat dalam hal pertahanan nilai tukar Rupiah kepada USD”, demikian dijelaskan oleh Tim Riset Samuel Sekuritas.

(Adhito)

BACA JUGA:   Hari Ini, Saham Telkom dan BRI Dijagokan Analis Samuel Sekuritas
Tags: bi rategiro wajib mimimumgwmsamuel sekuritas indonesia
Previous Post

Suku Bunga BI Ditahan, Rupiah Kembali Menguat

Next Post

Sinarmas MSIG Life Lepas 40 Persen Saham Lewat IPO

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR