Jakarta, TopBusiness – Di tengah kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih positifdi zona hijau, laju saham PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (LIFE) yang baru saja tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya bisa merangkak naik tipis.
Padahal di sesi prosesi pencatatan perdana, saham-saham emiten anyar banyak diburu investor. Bahkan saking banyaknya permintaan investor bisa mengalami auto reject atas (ARA).
Tercatat, di papan saham, harga saham LIFE cuma naik tipis sebesar 2,48 persen ke level Rp12.400 dari harga penawaran senilai Rp12.100 per saham.
Laju saham LIFE di awal perdagangan tersebut ditopang oleh frekuensi transaksi sebanyak 83 kali dengan volume transaksi sebanyak 1.035 lot, sehingga nilai transaksi emiten ke-27 di 2019 ini mencapai senilai Rp1,26 miliar.
Presiden Direktur Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG, Hamid Hamzah menyebut, dalam skema penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) ini, perusahaan asuransi jiwa tersebut melepas 393,75 juta lembar saham atau setara dengan 37,5 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
“Sehingga, dengan harga penawaran Rp12.100 per saham, aksi korporasi ini mampu menghimpun dana sebesar Rp4,76 triliun dari pasar modal,” ungkapnya di Jakarta, Selasa (9/7/2019).
Pada 2018, premi bersih perseroan mencapai Rp4,35 triliun atau meningkat dari Rp3,8 triliun pada 2017. Sementara itu, total pendapatan mencapai Rp5,09 triliun. Sehingga, laba bersih Perseroan di 2018 tercatat sebesar Rp342,54 miliar.
Di tahun ini, kata Hamid, premi bersih Perseroan ditargetkan mencapai Rp6,28 triliun.
“Ke depan, premi bersih Perseroan diperkirakan terus naik masing-masing menjadi Rp6,34 triliun dan Rp7,23 triliun pada tahun 2020 dan 2021,” ucap Hamid.
Pada pelaksanaan IPO ini LIFE menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Aksi korporasi ini tidak menerbitkan saham baru, melainkan divestasi pemegang saham lama milik PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA).
Penulis: Tomy
