Jakarta, TopBusiness—Delegasi Uni Eropa dan perwakilan sembilan negara anggota Uni Eropa melakukan kunjungan resmi selama dua hari di Makassar belum lama ini. Tujuannya untuk mempromosikan Eropa dan memerkuat hubungan dengan para pemangku kepentingan di Provinsi Sulawesi Selatan dan Kota Makassar.
Dalam siaran pers yang diterima pagi tadi oleh Majalah TopBusiness, dijelaskan bahwa rombongan yang dipimpin oleh Kuasa Ad Interim (Charge d’affaires) Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Charles-Michel Geurts itu, terdiri dari: Duta Besar Polandia, Beata Stoczynska; Duta Besar Irlandia, Olivia Leslie; Duta Besar Finlandia, Jari Sinkari; Charge d’Affaires, Kedutaan Besar Belanda, Ferdinand Lahnstein; Consul and Head of Chancery, Charge d’Affairs, Kedutaan Besar Belgia, David Van Lierde; dan lain-lain.
Program kunjungan dibuka dengan pertemuan bersama Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dan Penjabat Walikota Makassar, Muhammad Iqbal Samad Suhaeb.
Melalui pertemuan ini, para diplomat Uni Eropa memperoleh gambaran mengenai perkembangan politik, sosial dan ekonomi di Sulawesi Selatan, serta informasi seputar inisiatif-inisiatif pembangunan di Kota Makassar.
Diskusi bersama pemerintah daerah ini juga membahas kerja sama di bidang ekonomi, investasi dan perdagangan, pendidikan, serta sosial-budaya. Secara khusus, delegasi juga membicarakan soal perencanaan dan pembangunan kota yang didukung oleh program kerjasama Uni Eropa di kawasan ini.
“Pembangunan yang begitu pesat telah menjadikan Sulawesi Selatan sebagai salah satu provinsi paling maju dan paling dinamis, dengan ibukota Makassar sebagai pusat berbagai kegiatan dan pintu gerbang utama bagi kawasan timur Indonesia. Melalui berbagai instrumen kerjasama, Uni Eropa bersama-sama negara anggotanya, telah lama menjadi mitra bagi Provinsi Sulawesi Selatan di berbagai hal. Ini sesuai komitmen bersama terhadap pencapaian tujuan pembangunan nasional dan global yang berkelanjutan,” ujar Charles-Michel.
Para diplomat Uni Eropa juga mengunjungi Pelabuhan Indonesia (Pelinado) IV, untuk bertemu dengan para pejabat pelabuhan serta Kamar Dagang dan Industri Provinsi Sulawesi Selatan, serta menyaksikan jalur masuk dan keluarnya barang-barang konsumen dari dan ke negara-negara Eropa.
Hal ini terkait erat dengan kesempatan dagang dan investasi yang akan dibuka melalui kerangka Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Uni Eropa-Indonesia (EU-Indonesia Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) yang saat ini sedang dalam pembicaraan.
(Adhito)
