Jakarta, TopBusiness – Badai tropis dan geopolitik kawasan Timur Tengah menjadi sumber peningkatan harga referensi minyak mentah dunia.
Harga minyak terangkat, pasca-sejumlah peruashaan minyak di Teluk Meksiko telah memotong kapasitas produksi lebih dari satu juta barel per hari, menyusul badai tropis Barry.
Di pihak lain, ada dugaan Iran menghalangi sebuah kapal milik Inggris dan berpotensi memicu ketegangan di Timur Tengah atau Timteng.
Harga patokan minyak akhirnya anjlok. Sebut saja, brent ke level USD 66,89 per barel, atau terangkat 37 sen setara dengan 0,6 persen. Sementara, west texas intermediate (WTI) terdongkrak USD 34 sen (0,6 persen) menjadi 60,54 per barel.
Penulis : Agus H
