Jakarta, TopBusiness – Pencatatan perdana saham PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) langsung terkena auto reject atas (ARA) gara-gara mengalami kenaikan tinggi hingga 69,95 persen.
Harga saham emiten manufaktur bidang packaging ini melambung ke Rp 328/saham atau naik 69,95% dari harga perdana di level Rp193/saham. Lonjakan itu ditunjang frekuensi perdagangan sebanyak 5 kali dengan volume 1.850 lot saham dan menghasilkan nilai sebesar Rp 50,84 juta.
SMKL menjadi emiten ke-31 sepanjang tahun ini setelah melepas sahamnya ke publik melalui skema penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO).
“Perusahaan menawarkan 650 juta saham baru ke publik dengan harga Rp193 per saham, sehingga akan meraih dana Rp125,45 miliar,” kata keterangan resmi yang diterima media usai proses listing di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis seperti ditulis, Jumat (12/7/2019).
Dan dari dana yang diperoleh dari IPO tersebut, direncanakan sebesar 40% akan digunakan untuk modal kerja, khususnya peningkatan persediaan bahan baku kertas baik impor maupun lokal, sekitar 30% untuk pelunasan sebagian utang bank SMKL.
“Dan sisanya 30% untuk membeli mesin baru dan akuisisi lahan,” lanjutnya.
Ditilik dari sisi kinerja, SMKL meraih pertumbuhan penjualan yakni 23,70% menjadi Rp 1,67 triliun pada 2017 dan 30,54% menjadi Rp 2,18 triliun pada 2018. Sementara pada 2016 hanya sebesar Rp1,35 triliun.
Untuk laba bersih sendiri tercatat sebesar Rp33,17 miliar pada 2017 dan Rp44,74 miliar pada 2018. Pada akhir tahun lalu, SMKL menggenggam total aset Rp1,72 triliun.
Untuk segmen carton box mendominasi penjualan sebesar 55,05% terhadap penjualan pada 2018. Segmen offset printing berkontribusi sekitar 19,87% terhadap penjualan, diikuti segmen pre-print sebesar 18,05%, serta segmen rigid box sekitar 7,22%.
Saat ini perseroan memiliki kantor dan pabrik di Tigaraksa, Tangerang Banten, dengan luas lahan pabrik dan kantor seluas 14 hektare dan bangunan fisik 120.000 meter persegi.
Penulis: Tomy
