Jakarta, TopBusiness – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) terus menumbuhkan sektor industri kreatif. Pasalnya, selain mendorong peningkatan jumlah wirausaha baru, juga berperan penting dalam memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional.
“Kami secara rutin telah melaksanakan berbagai event untuk memberi ruang bagi pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Salah satunya adalah acara creative talk sebagai kick-off dari kegiatan pengembangan kewirausahaan melalui program creative business incubator-Bali Creative Industry Center (BCIC),” kata Dirjen IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih, di Jakarta, Minggu, dalam laman kemenperin.go.id.
Dikatakannya, pihaknya akan membagikan pengetahuan kepada peserta tentang strategi pengembangan usaha, pemasaran produk, dan peningkatan motivasi dalam berwirausaha. Pelaksanaan creative talk di Yogyakarta pada Selasa (9/7) kemarin, dilakukan bersamaan dengan gelaran Festival Kebudayaan Yogyakarta yang di dalamnya terdapat pasar seni yang diikuti 50 pelaku ekonomi kreatif yang telah dikurasi.
Tahun 2018, industri kreatif mampu memberikan kontribusi signfikan terhadap PDB nasional, dengan diperkirakan mencapai Rp1.000 triliun. Adapun tiga subsektor yang memberikan sumbangsih besar terhadap ekonomi kreatif tersebut, yakni industri kuliner sebesar 41,69 persen, disusul industri fesyen (18,15 persen), dan industri kriya (15,70 persen).
Penulis : Agus H
