Jakarta, TopBusiness – Sebagai anak perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara), PT Adhi Persada Properti (APP), selain konsen dalam menerapkan tata kelola yang baik (good governance), dalam aktivitas usaha, juga menerapkan manajemen risiko dan kepatuhan (compliance). Implementasi GRC, bukan sekadar untuk memenuhi ketententuan regulasi, namun juga demi kinerja dan daya saing kinerja yang lebih baik, apalagi ke depan tak tertutup kemungkinan untuk menjadi perusahaan listed di bursa saham.
“Penerapan tata kelola perusahaan yang baik, selain untuk kepercayaan para pemangku kepentingan dan pemegang saham, juga untuk meningkatkan kinerja udshs dan citra perusahaan. Dalam kaitan ini, PT APP sebagai anak perusahaan BUMN – PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang bergerak bidang pengembang properti, juga telah menerapkan GRC secara komprehensif, termasuk di setiap proyek property yang dikerjakannya. Penerapan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi, ini sejalan dengan standar praktik usaha PT Adhi Karya sebagai BUMN yang menjadi induk kami,” ungkap Corporate Secretary at PT Adhi Persada Properti Mandietha Dinanty, saat penjurian “TOP GRC 2019 (Governance, Risk, & Compliance)” pada Jumat (12/7/2019), di Mercantile Athletic Club Gedung WTC, Jl. Jend Sudirman Jakarta.
Dari sisi bisnis, menurut Mandietha, PT APP sebagai pengembang properti, senantiasa fokus pada proyek yang memiliki prospek, dengan ilia jual dan daya saing tinggi. Dalam mengembangkan setiap proyek, manajemen akan memastikan bahwa semua produk yang akan dikembangkan mempunyai segmen market yang jelas, memiliki nilai lebih dari aspek daya saing jual. Sehingga unit – unit yang dipasarkan dapat mudah terserap oleh pasar. Dari aspek manajemen dan juga penanganan proyek, perusahaan senantiasa juga menerapkan manajemen risiko dengan kajian dan studi mendalam secara terpadu dari semua lini terkait yang ada di perusahaan.
Ditambahkan, kebijakan terkait penerapan GCG telah dituang melalui SK Direksi, yakni “Surat Keputusan Direksi PT Adhi Persada Properti Tentang Penyempurnaan Pedoman Good Corporate Governance (GCG Code), dan Code of Conduct (COC) PT Adhi Persada Properti” No.001-09/DIR-SKD/2018 dan No:002-09/DIR-SKD/2018. Dalam hal ini perusahaan juga telah memiliki struktur dan kebijakan governance yang mengatur berbagai hal yang terkait dengan sistem manajemen berbasis GCG. Seperti Code of Conduct, GCG code, gratifikasi, SOP, dan lainnya, termasuk whistleblowing atau (WB System).
Dalam kesempatan itu, Syahrial selaku Manager Risiko PT Adhi Persada Properti menambahkan, kebijakan tentang whistleblowing system telah ditetapkan melalui SKD. N0 :002-11/DIR-SKD/2018 tentang penyempurnaan Sistem Pelaporan Pelaanggaran. Dalam hal ini juga terdapat Komite etik yang terdiri dari unsur Vice President Legal, Vice President Sumber Daya Manusia, Kepala SPI, dan Corporate Secretary. Whistleblowing System antara lain menjadi sebagai sarana yang diberikan dalam menyampaikan informasi adanya indikasi pelanggaran untuk ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan perseroan.
Dikatakan, untuk mendukung kepatuhan pada prinsip dan peraturan, perusahaan juga menerapkan kode etik perusahaan secara detil sebagai panduan dan pedoman hak dan kewajiban seluruh jajaran manajemen dan karyawan. Kode etik ini juga berperan dalam menciptakan budaya perusahaan untuk kinerja, prestasi dan pencapaian yang lebih baik.
Kegiatan “TOP GRC 2019” merupakan corporate rating (award), khususnya di bidang Tata kelola perusahaan (GCG), Manajemen Risiko, dan Manajemen Kepatuhan yang diadakan majalah TopBusiness bekerjasama dengan sejumlah asosiasi dan lembaga riset terpercaya. Di antaranya KNKG (Komite Nasional Kebijakan Governance), IRMAPA (Indonesia Risk Management Professional Association), dan ICoPI (Institute Compliance Professional Indonesia), Asia Business Research Center, serta didukung oleh beberapa perusahaan konsultan GCG dan Manajemen Risiko, Manajemen Kepatuhan, akan menyelenggarakan kegiatan corporate rating atau (award) yakni TOP GRC 2018 (Governance, Risk, & Compliance).
Penulis: Ahmad Churi
