Jakarta, TopBusiness – PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) telah menandatangani perjanjian kerja sama eksklusif dengan televisi berbayar lainnya, K-Vision untuk akuisisi saham mayoritas televisi tersebut sebanyak 60%.
Menurut Direktur Utama IPTV, Ade Tjendra, proses akuisisi ini diharapkan akan semakin meningkatkan pelayanan serta melengkapi penawaran paket Pay TV perseroan kepada pelanggannya.
Sekaligus juga memperkuat strategi perseroan untuk membuka peluang baru dalam menangkap berbagai segmen
pasar menengah ke bawah.
“K-Vision merupakan Pay TV pra-bayar terbesar di Indonesia yang melayani segmen pasar menengah ke bawah yang membutuhkan kualitas lebih baik dengan beragam pilihan saluran Free to Air (FTA) Indonesia lokal dan internasional,” jelas dia di Jakarta, Selasa (16/7/2019).
K-Vision sendiri selama ini menawarkan paket TV-berbayar dengan harga terjangkau melalui voucher pra-bayar serta layanan siaran melalui satelit KU-band.
“Setelah akuisisi ini, perseroan menargetkan untuk mencapai 200.000 pelanggan baru per bulan,” kata dia.
Lebih jauh dia menegaskan, pihaknya sangat optimis dapat memperluas jangkauan melalui akuisisi K-Vision. Atas akuisisi ini, perseroan yakin dapat semakin memaksimalkan sumber daya yang dimiliki untuk terus meningkatkan performansi bisnis IPTV di Indonesia.
“Tak hanya itu, perseroan saat ini juga dapat menangkap semua segmen pasar TV-berbayar di Indonesia,” ucapnya.
Sejalan dengan kualitas seluruh layanan perseroan yang terus meningkat, kata dia, kesepakatan dengan K-Vision ini akan semakin memperkuat posisi sebagai perusahaan terdepan dalam industri Pay TV di Indonesia.
IPTV sendiri sebagai perusahaan terbuka yang baru saja melantai ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2019 lalu melalui skema penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).
Harga IPO saat itu ditetapkan sebesar Rp240 per saham, mewakili 3.522.000.000 saham baru atau 10% dari modal yang dikeluarkan dan disetor perseroan setelah IPO. Dengan valuasi perseroan pasca IPO itu sebesar Rp8.450 miliar.
Pasca IPO, MNC Group masih mempertahankan 90% saham pengendali di IPTV, sebelum pelaksanaan waran. Dengan
asumsi semua waran dilaksanakan, MNC Group akan mengendalikan 80% dari perseroan.
